Integritas Kepribadian Pemimpin

Seorang pemimpin

Seorang pemimpin

Like

Integritas kepribadian seorang pemimpin erat kaitannya dengan perilaku kepemimpinannya. Perilaku kepemimpinan merupakan perilaku khusus/pribadi para pemimpin terkait dengan tugas dan peran nya sebagai seorang pemimpin.

Perilaku kepemimpinan dipahami sebagai suatu keperibadian (personality) seorang pemimpin yang diwujudkan dengan aktivitas kepemimpinannya dalam mengelola tugas dan hubungan dengan bawahan/pegawai untuk mencapai tujuan organisasi.

Adapun, perilaku seorang pemimpin terkait erat dengan beberapa hal, yaitu kemampuan yang dimilikinya, karakter setiap bawahan yang dipimpinnya, jabatan atau posisi tertentu yang diembannya, dan budaya organisasi serta situasi kondisi yang menyertainya.

Pada hakikatnya, nilai-nilai integritas kepribadian seorang pemimpin tercermin dari perilaku yang ditampilkan oleh seorang pemimpin. Indikator seorang pemimpin dalam memiliki integritas tergambar pada kepantasan atau kualifikasi yang harus dipenuhi oleh kandidat seorang pemimpin itu sendiri.

Imam Mawardi dalam kitab Al-Ahkam Ash-Shulthaniyah menulis tentang kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin,


Harris, sebagaimana dikutip oleh Kartono, mengungkapkan bahwa orang-orang yang perlu dipilih sebagai kandidat pemimpin yang berintegritas memiliki persyaratan sebagai berikut: 
  1. Memiliki kemauan untuk memikul tanggung jawab
    Seseorang pemimpin harus mampu memikul tanggung jawab yang diembannya, menerima tanggung jawab kepemimpinan mengandung resiko menerima sanksi-sanksi tertentu bila ia tidak mampu mencapai hasil yang diharapkan. 
     
  2. Kemampuan menjadi perseptif
    Seseorang pemimpin harus mampu melihat dan menanggapi realitas nyata, mampumengadakan introspeksi sehingga mampu melihat kelemahan dan kelebihan yangberhubungan dengan tugas dan tanggung jawab yang diembannya. 
     
  3. Kemampuan untuk menanggapi secara objektif 
    Objektifitas merupakan kemampuan untuk melihat masalah-masalah secara rasional, impersonal tanpa prasangka. Seorang pemimpin harus mengambil keputusan secara bijaksana dan melakukan satu tindakan secara konsisten.
     
  4. Kemampuan untuk menetapkan prioritas secara tepat
    Seorang pemimpin harus mahir memilih dan menentukan skala prioritas dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

    Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang mampu mendahulukan perencanaan, persiapan, dan alat-alat yang digunakan oleh stafnya.
     
  5. Kemampuan untuk berkomunikasi
    Kemampuan untuk memberikan dan menerima informasi dengan cermat, tepat dan jelas merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Sehingga ia mampu menerjemahkan bahasa policy ke dalam bahasa operasional. 

Dalam beberapa literatur yang mengkaji model kepemimpinan Rasulullah SAW, para peneliti merumuskan beberapa sikap yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, antara lain sidiq, amanah. Tabligh, fathonah. Rafiq Bequn mengatakan:

"Muhammad known  as as-Siddiq(the truthful) and Al-Ameen (the trustworthy) long before he received divine inspiration, Muhammad modeled core virtues that defined his character and his behavior: Truthfulness and Integrity, Trustworthiness, Justice, Benevolence, Humility, kindness and sabr(patience).