Tips Mengelola Keuangan bagi Mahasiswa

Student Finance Illustration - Canva

Student Finance Illustration - Canva

Pada fase menjadi seorang mahasiswa, banyak sekali dilema yang harus dilewatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai aktivitas, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, mengharuskan seorang mahasiswa harus mampu untuk mengelola keuangan yang ada dengan baik dan benar, sehingga dapat mengatur pengeluaran dan pemasukan dengan tepat.

Namun. dewasa ini, mengelola keuangan merupakan hal yang bisa dikatakan susah-susah gampang. Lantas, bagaimana cara mengelola keuangan yang tepat bagi seorang mahasiswa? Berikut tipsnya!

 

Aktivitas

Aktivias menjadi mahasiswa (Sumber gambar : Dokumentasi Penulis)


 

1) Klasifikasikan pengeluaran berdasarkan kepentingan
Hal wajib yang wajib dipenuhi sebagai seorang makhluk hidup adalah kebutuhan primer, salah satunya merupakan pangan.

Asumsikan biaya yang dikeluarkan untuk sekali makan adalah Rp. 10.000 dengan kuantitas tiga kali dalam sehari yang berarti harus merogoh kocek sebesar Rp. 30.000.

Kemudian, sebagai seorang mahasiswa, kita harus mampu memprioritas kebutuhan berdasarkan hal yang paling dibutuhkan selain makan seperti biaya transportasi, pengeluaran untuk membuat tugas dan lain sebagainya. 

Baca Juga: Ini Alasan dan Cara Mahasiswa Lakukan Pinjaman Online, Kamu Salah Satunya?

2) Jangan mengikuti gaya hidup orang lain
Gaya hidup merupakan suatu hal yang berkaitan dengan status sosial seseorang. Banyak stigma yang beredar pada kalangan mahsiswa bahwa semakin tinggi gaya hidup maka akan semakin dipandang tinggi oleh orang lain pula.

Namun, stigma ini sangat berbahaya bagi kondisi finansial seorang mahasiswa, karena gaya hidup hanya tentang keinginan bukan kebutuhan jadi sangat disarankan untuk tidak berlebihan sehingga akan terbiasa hidup hemat

3) Jangan lupa sisihkan uang untuk kepentingan tidak terduga
Selama menjalani kehidupan yang sehari-hari, kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya meskipun sudah direncanakan dengan matang.

Dengan demikian, alangkah baiknya sekitar 20 persen sampai dengan 30 persen dari jumlah pemasukan yang didapatkan sebagai mahasiswa untuk tetap disisihkan. Sehingga nantinya, jika ada hal yang tidak diinginkan, kita dapat menanggulanginya dengan dana sendiri.

4) Mulailah untuk membuka bisnis atau bekerja paruh waktu (part time)
Jika dirasakan pemasukan yang diberikan dalam hal ini oleh orang tua belum mampu untuk mengakomodir keseluruhan kebutuhan yang ada. Jjangan mengeluh dan tetaplah berusaha serta mandiri.

Sebagai seorang mahasiswa, berarti tingkat kedewasaan kita dalam berpikir akan berbeda dari fase sebelumnya. Oleh karenanya, kita dituntut mampu berpikir lebih luas kedepannya.

Membuka bisnis dan memilih bekerja paruh waktu adalah pilihan yang tepat untuk menambah penghasilan dibandingkan meminta lebih kepada orang tua. Selain itu, hal tersebut akan menambah pengalaman kerja.

5) Sebisa mungkin untuk melakukan investasi
Investasi merupakan salah satu cara yang tepat dalam mengelola keuangan sebagai seorang mahasiswa. Berbagai pilihan investasi bisa dilakukan seperti reksa dana, saham, surat berharga, logam mulia dan lainnya.

Selain itu, dengan investasi, berarti kita sudah mempersiapkan masa depan dengan baik sehingga nantinya akan sangat berguna dalam jangka panjang.

Mengelola keuangan merupakan hal yang sangat penting. Jangan sampai kita terbelenggu hanya karena keinginan ataupun gaya hidup akan tetapi kita lupa untuk memenuhi kebutuhan utama. salam pintar finansial!

Baca Juga: Memulai Bisnis vs Kerja Paruh Waktu, Mana yang Lebih Efektif Bagi Mahasiswa?