Jangan Sembarangan, Begini Tips Terhindar dari Jasa Influencer Zonk

Influencer - Canva

Influencer - Canva

Kini, memasarkan produk secara digital jadi sebuah kunci untuk kesuksesan bisnis kamu. Banyak pilihan yang bisa kamu coba untuk memasarkan produk secara digital, salah satunya dengan menggunakan jasa Influencer Marketing.

Dilansir dari laman Tokopedia, Influencer Marketing merupakan seseorang yang punya banyak followers dan berpengaruh sangat kuat untuk para followers hingga netizen lainnya. Selebgram, selebriti, hingga Youtuber juga bisa dikatakan sebagai seorang Influencer Marketing lho!

Makanya, seorang Influencer Marketing bisa sukses dalam waktu singkat dan membuat produk yang kamu endorse jadi cuan.

Dari data survei yang dipublikasikan Entrepreneur, Influencer Marketing nyatanya membawa ROI positif dan 90 persen pemilik bisnis menganggap hasil dari metode pemasaran ini lebih baik dari metode lainnya.

Meski begitu, enggak menutup kemungkinan kalau kamu juga bisa kena zonk alias boncos saat menggunakan jasa Influencer Marketing lho!

Soalnya, sistem pemasaran ini bergantung pada sifat viral dari konten media sosial. Jadi, misalnya influencer yang mempromosikan produk kamu ternyata harus tersandung skandal, hal itu bisa dengan sangat mudah membunuh citra sebuah brand.

Nah, biar hal itu enggak terjadi dan menimpa usaha kamu, dikutip dari Bisnis, ini tips untuk terhindar dari jebakan influencer zonk.

Baca Juga: Influencer Marketing Atau Affiliate Marketing? Mana yang Efektif?
 

Buat garis besar tujuan iklan

Pertama-tama, sebelum memutuskan untuk memilih influencer, kamu perlu untuk membuat garis besar dari tujuan iklan kamu nih, Be-emers. Sasaran iklan adalah pedoman yang dapat kamu buat saat memilih Influencer Marketing.

Kamu bisa menargetkan jumlah brand awareness, followers di media sosial, konten, penjualan, atau konsumen yang berlangganan buletin dan email.

Misalnya, target kamu yakni kreasi konten, akan jauh lebih bermanfaat untuk mencari influencer dengan produksi konten yang bagus; memiliki keterampilan desain atau keterampilan fotografi.

Sebab, orang akan menilai konten kamu berdasarkan konten yang diposting secara teratur di platform tempat diiklankan.
 

Pilih influencer yang tepat

Metrik utama yang harus kamu pertimbangkan saat memilih Influencer adalah Jangkauan, Tingkat Engagement, Relevansi, Keaslian, Kualitas Konten, Frekuensi Konten, Keandalan, Kualitas Audiens, dan Nilai Influencer.

Jangkauan berbicara tentang ukuran audiens yang dimiliki influencer dalam hal pengikut mereka, tetapi kekuatan jangkauan influencer ditentukan oleh tingkat engagement mereka.

Influencer yang ideal merupakan tokoh yang dianggap sebagai ahli di ceruk yang relevan, yang telah membangun kepercayaan dan loyalitas di antara para penggemar dan pengikut di media sosial, serta figur yang menjaga engagement dengan pengikut mereka.

Selain itu, kamu juga perlu waspada untuk enggak gampang tertipu sama para influencer. Caranya, kamu bisa cari tahu dulu sumber engagement-nya.

Kalau konten yang dimiliki seorang influencer lebih sedikit dibandingkan jumlah followersnya atau tingkat engagement followers yang dimiliki sedikit banget, kamu perlu untuk waspada.

Baca Juga: Perlu Gak Sih Pakai Influencer untuk Branding? Ini Jawabannya