Penipuan Online Merajalela, Ini Cara Agar Bisnis Kamu Eggak Kena Tipu

Fraud - Canva

Fraud - Canva

Sudah bukan rahasia lagi, kalau penipuan online kerap kali terjadi dan merugikan banyak pihak. Bahkan, enggak hanya konsumen, para pemilik usaha pun bisa boncos karena penipuan online lho!

Penjualan secara online cenderung lebih efisien. Namun, kamu juga harus tetap waspada dan menghindari penipuan online nih.

Untuk itu, pastikan kamu punya langkah-langkah keamanan yang memadai untuk bisa melindungi bisnis online kamu dari penipuan.

Dikutip dari laman Bisnis, begini cara supaya usaha kamu enggak kena penipuan online.

Baca Juga: Heboh Penipuan Grab Toko, Ini Langkah Tegas Grab Indonesia Hingga BCA
 

Perbanyak Riset tentang Potensi dan Risiko Penipuan

Makin banyak kamu riset dan mencari tahu tentang modus penipuan, semakin mudah juga untuk kamu lebih waspada terhadap penipuan online. Langkah pertama, kamu bisa mengetahui jenis penipuan apa yang mungkin menargetkan perusahaan/bisnis yang kamu jalani.

Nah, sejumlah modus/skenario penipuan pada bisnis kecil yang paling umum terjadi antara lain:
  • Penipuan penggajian
  • Pencurian uang tunai
  • Perbankan online, dan
  • Faktur palsu

Selain itu, penting juga untuk kamu meneliti risiko atau skenario terburuk dari modus penipuan bisnis online.

Soalnya, perlu kamu ketahui, aktivitas penipuan punya kapasitas untuk menghancurkan bisnis kamu suatu saat nanti lho! Misalnya, penipuan online bisa merugikan kondisi finansial usaha, menurunnya tingkat kepercayaan konsumen dan mitra, hingga hancurnya reputasi bisnis kamu.
 

Edukasi ke Rekan Bisnis/Pegawai

Selain diri kamu sendiri, sebagai pemilik usaha, kamu juga wajib mengedukasikan hal tersebut ke rekan tim atau pegawai kamu. Pastikan untuk mengadakan sesi pelatihan reguler tentang ancaman keamanan umum (baik online maupun offline) serta teknik pencegahan yang dapat mereka terapkan.

Kamu juga perlu memastikan kalau tim kamu sangat memahami kebijakan bisnis yang kamu terapkan. Misalnya, seputar penggunaan dan penanganan data rahasia, seperti data keuangan, informasi karyawan, dan informasi klien.
 

Integrasikan Sistem Enterprise Fraud Management 

Terakhir, kamu bisa membangun sistem manajemen penipuan perusahaan atau biasa dikenal sebagai Enterprise Fraud Management (EFM). Apa itu?

EFM ini mengacu pada penyaringan waktu nyata dari aktivitas transaksi di beberapa pengguna, akun, proses, dan saluran perusahaan, untuk pada akhirnya mengidentifikasi dan mencegah penipuan dalam bisnis.

Saat memilih sistem EFM yang tepat untuk bisnis kamu, ternyata ada sejumlah kriteria yang perlu kamu pertimbangkan. Untuk itu, coba deh cari program yang bakal menawarkan integrasi tanpa batas, analisis dan hasil waktu nyata, dan sesuai dengan anggaran.

Adapun, penting banget untuk selalu mempertahankan data perusahaan/bisnis yang kamu jalani ya, Be-emers!

Baca Juga: Hati-Hati! Begini Modus Penipuan dan Pembobolan Rekening yang Perlu Kamu Ketahui