Heboh Kasus Eiger, Marketing Gimmick Belaka?

Outdoor Gear Illustration - Canva

Outdoor Gear Illustration - Canva

Jumat (28/1) lalu salah satu outdoor gear brand ternama di Indonesia, yakni Eiger, jadi trending di Twitter nih, Be-emers. Yang bikin heboh, pihaknya melayangkan surat permintaan maaf atas tegurannya kepada salah satu kreator, yang sebelumnya me-review produknya.

Tindakan Eiger tersebut pun memicu perspektif kalau itu cuma marketing gimmick belaka. Benar begitu enggak sih?
 

Kronologi Kasus “Surat Cinta” Eiger

Pada Kamis (28/1), Dian Widiyanarko lewat akun Twitternya (@duniadian) membuat heboh jagat dunia maya dengan membagikan thread yang mengungkapkan bahwa ia telah mendapatkan “Surat Keberatan” dari pihak Eiger.

Dian mengaku, dalam video reviewnya yang ia unggah di platform Youtube itu, sama sekali tanpa endorse. Dian mencuitkan kalau dirinya membeli produk kacamata Eiger Kerato dan melakukan review dengan alat sendiri.

 

Tweet @duniadian yang trending soal Eiger - Image: Twitter.com

Tweet @duniadian yang trending soal Eiger - Image: Twitter.com



Adapun, dalam Surat Keberatan tersebut, pihak Eiger (PT Eigerindo Multi Produk Industri) merasa keberatan dengan video review yang diunggah Dian. Beberapa poin keberatan yang diajukan antara lain:
  1. Kualitas video review produk yang kurang bagus dari segi pengambilan video. Hal itu dikhawatirkan pihak Eiger dapat membuat produknya terlihat berbeda dari aslinya.
  2. Suara di luar video utama, sehingga informasi yang disampaikan dinilai Eiger tidak jelas bagi konsumen.
  3. Setting lokasi yang kurang proper untuk pengambilan video.

Dian juga menyatakan kalau dirinya merupakan konsumen setia Eiger sejak lama lho. Namun, karena “Surat Keberatan” tersebut, Dian pun merasa kecewa dan memutuskan buat enggak beli produk Eiger lagi nih, Be-emers.

“Mulai hari ini saya tidak akan beli produk anda lagi dan tidak akan mereview di channel saya lagi. Biar hanya youtuber bintang lima dengan alat canggih saja yang mereview produk anda,”
-Dian Widiyanarko (@duniadian)



Waduh, kalau kayak gini, jadi bingung juga ya mau review produk. Hmm.. memang seperti apa sih etika saat mau review sebuah produk?

Adakah hukum yang berlaku dalam hal review produk?

Biar makin jelas, klik halaman selanjutnya yuk!