Di Tengah Reli Saham GameStop, Hedge Fund Melvin Capital Malah Rugi 53%. Kok Bisa?

Shocked - Canva

Shocked - Canva

Beberapa waktu belakangan ini, saham GameStop jadi perbincangan dimana-mana. Namun, di tengah relinya saham GameStop, rupanya hedge fund Melvin Capital Management malah harus kehilangan 53 persen di perdagangan Januari 2021 lho.

Kenapa ya? Kok bisa sih?

Dikutip dari laman CNBC, kerugian besar yang dialami sama hedge fund Melvin Capital Management disebabkan oleh masuknya para investor ritel yang lebih memilih hedge fund populer nih, Be-emers.

Oh iya, kerugian yang dialami Melvin Capital ini pertama kali dilaporkan sama The Wall Street Journal pada Januari 2021 lalu.

Dari laporannya, Melvin Capital menutup short position-nya di GameStop pada Selasa (26/1) sore, setelah mengalami kerugian besar.

Di satu sisi, aset Melvin yang dikelola sekarang telah mencapai lebih dari US$8 miliar, yang mana termasuk di dalamnya ada pendanaan darurat.

Angka tersebut turun dari sekitar US$12,5 miliar pada awal tahun, setelah sejumlah investor tertentu dikabarkan memberikan modal tambahan pada akhir bulan.

Sementara itu, selama sepekan kemarin, saham GameStop diketahui telah meningkat hingga 400 persen! Alhasil, total return-nya di tahun ini pun mencapai 1,625 persen. Waw!

Pada penutupan bursa pada Jumat (29/1) lalu, saham GameStop masih mencatatkan kenaikan hingga 67,87 persen dan ditutup di harga US$325. Sebelumnya, pada Oktober 2019, saham GameStop masih diperdagangkan di bawah US$10 lho.

Adapun, pada pekan lalu, aktivitas GameStop diketahui diperluas ke short target yang lebih populer, dengan investor ritel beralih ke forum WallStreetBets Reddit untuk membahas berbagai perdagangan.

Forum WallStreetBets Reddit itu pun anggotanya sudah meningkat lebih dari tiga kali lipat hanya dalam waktu seminggu.

Pun, kenaikan saham GameStop yang meroket sebelumnya telah mendorong sejumlah anggota parlemen untuk meminta badan pengatur turut campur tangan dalam fenomena ini.

Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat menyatakan kalau pihaknya secara aktif bakal terus mengawasi volatilitas menyusul tren lonjakan saham GameStop.

Baca Juga: Heboh Lonjakan Saham GameStop, Ada Apa Ya?