Bakal Gantikan Jeff Bezos, Ini Tantangan yang Harus Dihadapi Andy Jassy sebagai CEO Amazon

Andy Jassy - Pinterest

Andy Jassy - Pinterest

Like

Berawal dari Marketing Manager di tahun 1997, Andy Jassy akan memulai babak baru karirnya sebagai orang nomor satu di Amazon, menggantikan Jeff Bezos.

Bezos dikabarkan akan “resign” sebagai CEO Amazon di akhir 2021. Namun, Jassy yang kini masih menjabat sebagai bos Amazon Web Service, sebenarnya sudah didapuk sebagai calon terkuat pengganti Bezos.

Sudah lebih dari 25 tahun eksis, Amazon sudah mampu menjadi salah satu perusahaan raksasa di planet Bumi ini sudah mampu menghasilkan keuntungan hingga miliaran dolar Amerika.

Berdasarkan data Forbes, laba bersih Amazon di tahun 2020 telah melonjak hingga 84 persen, dibanding tahun sebelumnya. Hal itu didukung dengan penjualan yang mencapai US$386 miliar.

Enggak ada yang pernah menyangka sih, Amazon yang berawal dari toko buku online sederhana itu bakal bisa sebesar sekarang. Kini, Amazon telah menjadi pusat untuk segala kebutuhan, mulai dari popok hingga sofa, memproduksi film, jaringan grosir, dan menyediakan layanan komputasi awan untuk bisnis di seluruh dunia!


Lalu, gimana nasib Amazon nanti di tangan Andy Jassy?

Baca Juga: Jeff Bezos Resign, Andy Jassy Bakal Gantikan Posisi CEO Amazon

Dilansir dari Time, Bezos memang diprediksi masih akan tetap memainkan peran besar di Amazon setelah jadi komisaris nanti. Di sisi lain, Jassy lah yang bakal mewarisi banyak tantangan yang lahir dari kebangkitan Amazon ini, Be-emers.

Apa saja tantangan yang harus dihadapi Jassy sebagai CEO Amazon nantinya?
 

Pengawasan Bisnis Amazon

Diketahui, para regulator di seluruh dunia lagi praktik bisnis Amazon nih. Lebih tepatnya sih, mereka lagi melihat cara Amazon menjual produknya menggunakan merek sendiri.

Bezos pernah mengatakan, meskipun Amazon punya kebijakan yang mencegah karyawan mengakses data penjual, dia enggak bisa menjamin juga kalau kebijakan tersebut enggak bisa dilanggar.

Bahkan, Amazon dikabarkan telah jadi subjek investigasi antitrust federal lho! Hal itu terjadi setelah regulator Uni Eropa mengajukan dakwaan antitrust pada bulan November lalu dengan menuduh Amazon menggunakan aksesnya ke data dari penjual pihak ketiga untuk mendapatkan keuntungan yang enggak adil.

Enggak cuma itu, dari laporan House Judiciary Committee di bulan Oktober 2020 lalu, sangat memungkinkan untuk melakukan pembubaran Amazon, hingga mempersulit mereka untuk mengakuisisi bisnis lain, Waduh, kok serem ya?
 

Masalah Buruh Amazon

Sejak pandemi, permasalahan buruh di lingkungan Amazon, satu per satu mulai terungkap ke publik. Mulai dari kurangnya masker dan alat pelindung (APD) untuk para pekerja, hingga pihak Amazon yang enggak terbuka soal berapa banyak pekerjanya yang sakit.

Ini tentu jadi ancaman juga buat Amazon. Meski begitu, pihaknya mengatakan kalau telah membayar upah pekerja setidaknya sebesar US$15, dua kali lipat lebih banyak dari upah minimum.

Namun, pihak Amazon tetap diawasi sama regulator nih, Be-emers. Bahkan, Komisi Perdagangan Federal A.S. memerintahkan Amazon untuk membayar hampir US$62 juta untuk mengambil tip yang seharusnya diberikan kepada para pengemudi pengirimannya.

Next, lanjut ke halaman selanjutnya yuk!