QR Code Masih Efektif Dipakai Buat Bisnis Kamu Enggak Sih?

QR Code - Canva

QR Code - Canva

Dunia digital memang mempermudah kita untuk melakukan transaksi. Salah satu terobosan yang cukup terkenal dan banyak digunakan adalah Quick Response Code atau QR Code.

Biasanya, QR gampang kita temui di sejumlah platform online, brosur, poster, hingga kasir untuk melakukan pembayaran secara online.

Bahkan, diketahui dari The New York Times, seorang pria bernama Roy Healy rela mentato QR Code di tangannya lho, Be-emers. Bukan hanya main-main, tato pertamanya itu memungkinkan banyak orang bisa mengakses ke website pribadinya lewat scan QR Code.

Wuih, keren ya?

Di sisi lain, saat pandemi Covid-19 datang, banyak restoran yang mulai menggunakan QR Code untuk memesan tempat dan menu makanan. Selain itu, banyak juga sekolah, layanan publik, hingga perbankan yang memanfaatkan QR Code untuk daftar antrian, tarik tunai tanpa ATM, hingga cek kesehatan.

QR Code punya daya tarik tersendiri, yakni bebas sentuhan dan mudah untuk diakses. Selain itu, sejumlah platform juga sudah menyediakan akses untuk kamu membuat QR Code sendiri lho.

Baca Juga: Heboh Kasus Eiger, Marketing Gimmick Belaka?
 

Apa Itu QR Code?

QR Code yang berarti respon cepat ini pertama kali ditemukan oleh seorang insinyur muda asal Jepang bernama Masahiro Hara di tahun 1994.

Saat itu, Hara yang bekerja di sebuah perusahaan pabrikan otomotif Jepang bernama Denso Wave, menggunakan QR Code untuk pelacakan bagian dalam kendaraan bermotor,  

Dikutip dari Kementerian Perindustrian, QR Code atau Kode QR merupakan bentuk evolusi dari barcode yang biasanya kita lihat pada sebuah produk. Nah QR Code ini memuat berbagai informasi di dalamnya, seperti Alamat URL, teks, hingga nomor telepon.

QR Code yang biasanya diletakkan di berbagai produk ini bertujuan buat menunjukan informasi tambahan. Buat membaca kode QR, dibutuhkan smartphone berkamera dan sebuah aplikasi pembaca QR.

Kini, QR Code kian hari kian banyak bermunculan dan lebih digunakan untuk strategi pemasaran bisnis.

Komponen dalam QR Code menggunakan Reed–Solomon error correction, yang mana sangat banyak digunakan dalam sistem penyimpanan massal untuk memperbaiki kesalahan ledakan yang terkait dengan kecacatan dalam media.

Nah, sebenarnya, QR Code ini punya keunggulan dan risiko apa aja sih, Be-emers?

Cek di halaman selanjutnya ya!