Punya Rencana Perangi Perubahan Iklim, Bill Gates Investasi Pengembangan Clean-Tech

Bill Gates - Pinterest

Bill Gates - Pinterest

Like

Pihak NASA mengumumkan, kalau tahun 2020 dan 2016 merupakan tahun terpanas dalam sejarah lho! Bukan hanya kamu yang khawatir, Bill Gates pun sudah sangat siap buat melakukan upaya menyelamatkan planet Bumi dari pemanasan global nih, Be-emers.

Bumi kita tercinta ini memang sudah semakin panas. Rusaknya hutan, seperti kebakaran yang terjadi di Kalimantan hingga Amazon, serta meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida menjadi pemicu pemanasan global yang notabene bisa menimbulkan perubahan iklim.

Nah, menghadapi hal itu, sang pendiri Microsoft tersebut rupanya telah mempertimbangkan perubahan iklim dan dampaknya yang menjengkelkan terhadap peradaban Bumi. Diketahui dari The Wall Street Journal, Gates telah mempelajari twin global affliction selama 20 tahun hingga menyadari dampak perubahan iklim.

Selain menghadapi persaingan dengan Steve Jobs dan Google, pria 65 tahun itu juga aktif menyuarakan peringatan dini tentang perlunya bersiap menghadapi pandemi global. Baginya, perubahan iklim merupakan tantangan lain yang telah disajikan Gates ke “piringnya sendiri”.

Ia menyadari, sudah banyak hal menakutkan terjadi di Bumi. Mulai dari banyaknya hutan tropis yang hangus terbakar, hingga gletser yang terus mencair di Kutub Utara.


Bagi Bill Gates, planet Bumi harus mengurangi jumlah emisi rumah kaca yang dipompa ke atmosfer. Diketahui, saat ini, sudah ada sekitar 51 miliar ton emisi rumah kaca yang dilepas per tahunnya.

Bill Gates mengatakan, hal itu bakal mencegah bencana. Gates pun menyerukan revolusi teknologi skala penuh untuk bisa mewujudkannya.

Gates menilai, masalah pemanasan global ini lebih sulit daripada mengakhiri pandemi atau memberantas malaria nih, Be-emers.

Di satu sisi, Bill Gates berpendapat kalau lahirnya sejumlah inovasi kayak mobil listrik, panel surya, baterai lithium-ion, dan burger nabati memang cukup membantu perang melawan pemanasan global. Namun, hal itu dinilai masih belum cukup efektif.

Soalnya, saat ini sudah jarang atau bahkan enggak ada cukup lahan lagi di Bumi buat menanam pohon untuk mengimbangi ketergantungan karbondioksida.

Baginya, hal tersebut harus melampaui pertanian dan listrik untuk mencakup semua proses pemuntahan karbon, jadi kita semua bisa mengembangkan alternatif ramah lingkungan.

Baca Juga: Bill Gates dan Proyeksi Pandemi Hingga Musim 2020-2021
 

Tidak Berharap Lebih dari Pemerintah untuk Perang Melawan Pemanasan Global

Bill Gates mencatat, perubahan iklim hampir enggak pernah disebutkan dalam debat presiden Amerika Serikat pada tahun 2016. Meski, pada pelantikan Presiden Joe Biden kemarin rupanya punya pengaruh besar terhadap pandangan Gates.

Sementara itu, Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya akan diselenggarakan pada November mendatang di Skotlandia.Di saat itulah, Gates bakal “berjuang” untuk Bumi.

Kalau menengok ke belakang nih, Be-emers, Gates sebenarnya juga pernah lho memberikan suaranya soal perubahan iklim dalam TED Talk. Sayangnya, saat itu, ia enggak banyak menerima perhatian.

Namun, momen tersebut justru jadi penanda titik dimulainya perjuangan Gates, yang mana kala itu ia memahami bahwa gas rumah kaca juga bisa menghambat tujuan filantropis dari Bill & Melinda Gates Foundation.

Yuk, lanjut ke halaman selanjutnya buat tahu investasi Bill Gates di Clean-Tech!