Ini 6 Fakta Menarik Tentang Harbolnas yang Perlu Kamu Tahu

Sumber: Pexels

Sumber: Pexels

Like

Semua e-commerce biasanya mengadakan diskon atau flash sale selama satu hari setiap tanggal cantik. Puncaknya adalah tanggal cantik 12.12 alias 12 Desember yang dikenal dengan Harbolnas atau Hari Belanja Online Nasional.

Harbolnas juga sering dinantikan oleh semua pelanggan di Indonesia sebagai momen untuk berbelanja online. Saat ini, Harbolnas tidak hanya dilakukan 24 jam pada tanggal tersebut saja.

Semua e-commerce kini menyiapkan pra-event dan post-event untuk Harbolnas. Berikut adalah fakta menarik seputar harbolnas yang perlu kamu tahu nih.

Baca Juga: Ada Wacana Subsidi Ongkir Harbolnas, Seberapa Berpengaruhnya Sih bagi Pembeli dan Pedagang?
 

Harbolnas Indonesia Pertama Kali Dilakukan Tahun 2012

Harbolnas mulai digelar pertama kalinya pada tahun 2012 yang kala itu dikenal sebagai 121212. Tujuannya adalah untuk mendorong dan mengedukasi masyarakat di Indonesia tentang mudahnya berbelanja via online.

Jumlah partisipasi pada saat itu hanya 7 e-Commerce yaitu Lazada, Bilna, Zalora, Berrybenka, PinkEmma, Traveloka dan Luxola. Mengutip dari Daily Social, HARBOLNAS terbentuk secara tidak sengaja dan tidak terencana. 


 

Terinspirasi dari Black Friday di USA, Cyber Monday, dan Online Fever

Pada hari hari tersebut, peritel online mengadakan diskon besar besaran untuk menarik minat belanja online. Harbolnas ini ditujukan untuk mengedukasi warga Indonesia untuk berbelanja online dengan aman dan nyaman.

Soalnya, pada saat itu pelaku belanja online di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan total warga Indonesia secara keseluruhan. Maka diadakanlah Harbolnas yang diharapkan dapat menarik masyarakat indonesia untuk belanja online

Baca Juga: Ini Deretan Perayaan Harbolnas di Luar Negeri, Ada yang Kamu Tahu?
 

Penjualan Meningkat Hingga 200 Persen

Usaha untuk menarik pembeli dengan Harbolnas rupanya berhasil hingga meningkatkan transaksi sebesar 200 persen. Harbolnas memang dapat membantu bisnis lokal dan UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas.

Pasalnya, apabila awalnya bisnis offline hanya terbatas pada sejumlah area saja, dengan adanya Harbolnas banyak bisnis yang mulai beralih ke platform digital dan memperluas jangkauan mereka. 

Harbolnas juga diharapkan dapat membantu perekonomian negara. Pada tahun 2019, survei Nielsen Indonesia memperkirakan nilai transaksi harbolnas menembus angka Rp 9 triliun.

Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, yakni tahun 2018 dengan nilai transaksi yang ditaksir mencapai Rp 6,8 triliun. Untuk tahun 2021, Target transaksi Harbolnas dari pemerintah adalah Rp. 20 triliun.

Selain itu, pemerintah berencana memberikan subsidi ongkir alias ongkos kirim untuk Harbolnas ramadhan khusus untuk produk dalam negeri!

 

Dompet Digital Kian Populer Karena Harbolnas

Banyak dompet digital yang biasanya menawarkan penawaran menarik pula seperti diskon, voucher, administrasi gratis, dan lain sebagainya. Karena transaksi Harbolnas pastinya secara online, maka kebanyakan orang memilih dompet digital yang punya banyak penawaran.

Survei Snapcart pun menemukan bahwa ShopeePay menjadi dompet digital yang paling sering digunakan sebesar 50 persen untuk belanja online pada saat Harbolnas. Selanjutnya, disusul oleh OVO sebesar 23 persen dan Gopay 12 persen.
 

Kategori Favorit Selama Harbolnas adalah Fashion

Mengutip dari data Nielsen, kategori paling laris selama HARBOLNAS adalah fashion, kemudian diikuti oleh gadget dan perlengkapan elektronik rumah.

Kategori favorit di kalangan konsumen perempuan biasanya perawatan diri, sementara kategori elektronik masih menjadi nomor satu bagi konsumen pria. Dari sisi demografi, pengguna HARBOLNAS berusia 25-44 tahun dengan partisipasi yang memiliki pendapatan 4 juta ke atas. 

Baca Juga: Begini Lho Sejarah Harbolnas di Indonesia, Yuk Kita Simak!
 

Iklan di TV Masih Berpengaruh

Hal menarik yang terakhir adalah ternyata, iklan Harbolnas di TV masih sangat berpengaruh. Survei menunjukkan, 7 dari 10 orang responden berbelanja di Harbolnas 2020. Media digital menjadi sumber informasi Harbolnas 2020.

Akan tetapi, iklan di televisi berperan penting bagi konsumen generasi tua dan responden yang tinggal di area rural. Di tahun 2015, sebanyak 39% pelanggan mendengar tentang Harbolnas melalui siaran tv dibandingkan media sosial dan website e-Commerce. 

Untuk kamu yang shoppaholic, lebih pilih belanja online atau belanja ke toko langsung?