Ada Wacana Subsidi Ongkir Harbolnas, Seberapa Berpengaruhnya Sih bagi Pembeli dan Pedagang?

Mengukur Efektivitas Subsidi Ongkir Harbolnas - Canva

Mengukur Efektivitas Subsidi Ongkir Harbolnas - Canva

Belakangan, muncul wacana pemerintah bakal memberikan subsidi buat ongkos kirim (ongkir) di Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) nih, Be-emers. Seberapa besar sih pengaruhnya buat para pembeli dan penjual di marketplace atau e-commerce?

Dilansir dari laman Bisnis, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan subsidi ongkir [ada penyelenggaraan Harbolnas, yang lebih tepatnya akan jatuh pada H-10 sampai H-5 Idul Fitri.

Enggak tanggung lho, subsidi yang bakal disalurkan rencananya mencapai Rp500 miliar! Terus, kenapa sih harus ada subsidi ongkir pas Harbolnas?

Kalau menurut Ekonom Indef Bhima Yudhistira, kebijakan tersebut direncanakan untuk mendorong produk lokal agar bisa bersaing di pangsa pasar online. Soalnya, Bhima menambahkan, sebanyak 70 persen lebih produk yang dijual di e-commerce dan platform online merupakan barang impor lho!

Apalagi, menjelang perayaan hari raya Idul Fitri, banyak pegawai yang akan menerima uang Tunjangan Hari Raya (THR). Dengan adanya kebijakan tersebut, tentunya dinilai akan mendorong konsumsi pada masyarakat.

Menariknya, ternyata kebijakan subsidi ongkir juga pernah dilakukan di Indonesia lho! Lebih tepatnya, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pernah memberikan subsidi sebesar Rp1,2 miliar untuk ongkir produk UMKM yang ada di layanan GoFood nih, Be-emers.

Meski begitu, sebenarnya sejumlah marketplace kayak Tokopedia, Shopee, hingga Bukalapak juga sudah melakukan sejumlah program menarik terkait ongkir. Tentunya, yang paling terkenal dan diminati masyarakat, apalagi kalau bukan program gratis ongkir!

Baca JugaIni Deretan Perayaan Harbolnas di Luar Negeri, Ada yang Kamu Tahu?

Apalagi, di setiap tanggal “cantik” dan Harbolnas, para pelaku marketplace banyak menebar promo gratis ongkir kepada para pelanggannya.

Sebenarnya, rugi enggak sih menerapkan gratis ongkir?

 

Delivery - Canva

Delivery - Canva

 

Kenapa Marketplace dan E-Commerce Menerapkan Gratis Ongkir?

Ongkos kirim memang jadi salah satu hal yang jadi perhatikan ketika seseorang ingin belanja online. Soalnya, biaya ongkos kirim bisa jadi sangat mahal, tergantung dari penyedia jasa pengantar dan jarak pengirimannya.

Makanya, enggak heran deh kalau banyak banget yang senang kalau ada promo berupa gratis ongkir! Kamu salah satunya kan? Hihi.

Di satu sisi, sebenarnya banyak spekulasi terhadap hal tersebut lho, Be-emers. Misalnya, apakah memberikan gratis ongkir enggak bikin rugi penjual atau platform marketplace?

Dilansir dari Harian Bisnis Indonesia, bagi perusahaan marketplace atau e-commerce bermodal besar, menalangi biaya ongkir mungkin enggak jadi masalah. Soalnya, hal tersebut dinilai bisa menjadi biaya alternatif pemasaran sekaligus promosi.

Mengutip laman Smart Insights, ada delapan cara untuk meningkatkan Customer Engagement, terutama dalam lingkup E-Commerce atau Marketplace, antara lain:
  1. Memberikan umpan balik ke pelanggan
  2. Mengizinkan adanya review dari pelanggan
  3. Memberikan reward
  4. Ada akses mudah pelanggan mendapatkan informasi
  5. Melibatkan Pelanggan
  6. Tingkatkan pembuatan akun
  7. Tawarkan program loyalitas
  8. Memantau hari-hari penting
  9. Manfaatkan Media Sosial

Nah, program gratis ongkir ini bisa masuk dalam penawaran program loyalitas nih, Be-emers. Apalagi, pelaku e-commerce maupun marketplace juga kerap memanfaatkan hari-hari penting, seperti Harbolnas untuk melakukan promosi seperti memberikan gratis ongkir.

 

Online Shop - Canva

Online Shop - Canva



Meski begitu, di satu sisi, seiring bertambahnya jumlah konsumen, volume barang yang dikirimkan tentu juga semakin banyak. Otomatis, biaya pengiriman juga semakin terdongkrak.

Makanya, ada yang namanya strategi all in, yakni dengan memasukkan ongkos kirim ke dalam harga barang. Cara itu sebenarnya mirip dengan diskon besar-besaran yang biasanya dilakukan di mal konvensional.

Jadi, bisa dibilang, gratis ongkir ditawarkan dengan menaikkan harga produk terlebih dahulu. Cara tersebut sebenarnya banyak sih dilakukan, tapi cukup berisiko karena pelanggan bisa membandingkan harga dengan lapak online lainnya.

Nah, ternyata ada dua cara lain nih yang juga biasanya dilakukan oleh pelapak online, yakni:
  • Memanfaatkan Free Capacity
    Dengan cara ini, pelaku usaha online memanfaatkan kapasitas kosong pada angkutan pembawa atau pengirim barang. Soalnya, setiap kali mengantarkan pesanan atau barang, armada ekspedisi enggak selamanya penuh dengan muatan lho.

    Sementara,biaya yang dikeluarkan seperti gaji sopir, bahan bakar dan bayar tol tetap sama. Dengan begitu, kapasitas kosong tersebut kemudian ditawarkan ke perusahaan e-commerce untuk kemudian bisa dimanfaatkan sebagai promo gratis ongkir.
     
  • Memanfaatkan Diskon Produsen
    Nah, bagi perusahaan e-commerce yang bertindak sebagai pihak ketiga, mereka bisa meminta potongan harga dari produsen lho!

    Meski begitu, perusahaan e-commerce tetap harus membayar biaya kirim ke jasa kurir melalui potongan harga dari produsen.

Jadi, menurut kamu, subsidi ongkir di Harbolnas bakal efektif enggak sih seiring dengan sudah banyaknya program gratis ongkir di platform e-commerce dan marketplace?