Mengenal Twitter Spaces, Saingan Baru Clubhouse

Twitter Spaces ( Sumber : businessinsider )

Twitter Spaces ( Sumber : businessinsider )

Siapa yang tidak mengenal Clubhouse? Media sosial yang viral pada awal tahun 2021 itu hadir sebagai media sosial baru dengan format “social audio”. Sederhananya, format “social audio” layaknya podcast yang disiarkan secara live.

Tak disangka, respon masyarakat pada kehadiran media sosial format baru itu sangat positif. Hal itu terlihat dari jumlah pengguna Clubhouse yang terus meningkat, bahkan kini sudah mencapai 8 juta. 

Tak dipungkiri, viralnya media sosial berbasis audio ini selain karena dukungan dari selebriti yang turut meramaikan aplikasi Clubhouse tetapi timing kehadirannya juga sangat tepat, yaitu ketika masyarakat jenuh akibat pandemi Covid-19.

Kemunculan media sosial Clubhouse menjadi pembuka jalan bagi media sosial dengan format audio. Minat masyarakat yang tinggi pada fitur “social audio” itu membuka mata perusahaan lain pada fitur tersebut. 

Seolah tak ingin kehilangan kesempatan, perusahaan lain -terutama platform media sosial- turut menciptakan fitur audio only di platform mereka, salah satunya Twitter. Diketahui, Twitter sedang mengembangkan fitur terbarunya, Twitter Spaces.

Baca Juga: Twitter Diskusikan untuk Ambil Alih Clubhouse Senilai US$ 4 Miliar?
 

Apa Itu Twitter Spaces?

Twitter Spaces seolah memang hadir untuk bersaing dengan Clubhouse. Pasalnya, konsep yang dihadirkan dalam Twitter Spaces sama persis dengan Clubhouse. Dimana host dapat membuat room untuk live audio.

Fitur yang dikembangkan twitter ini sudah diuji coba pada beberapa bulan lalu. Setelah sebelumnya diuji coba pada beberapa pengguna tertentu, kini Twitter Spaces hadir untuk masyarakat lebih luas.

Dengan minimal 600 followers, anda sudah bisa menjadi host dari percakapan atau membuat spaces sendiri. Sedangkan, bila followers anda kurang dari 600, anda hanya bisa bergabung sebagai pendengar saja.

Penetapan ketentuan tersebut didasarkan pada hasil uji coba yang dilakukan. Dimana akun dengan followers 600 ke atas lebih mungkin untuk mengadakan live, mengingat bahwa mereka sudah memiliki jumlah pengikut yang mencukupi untuk jadi audiens.

Selain itu, Twitter sedang mengembangkan fitur-fitur tambahan untuk Spaces. Salah satunya yang memungkinkan para host live spaces agar dapat menghasilkan pendapatan melalui live yang dilakukan mereka melalui fitur Tiket.

Fitur Tiket memungkinkan host untuk “menjual” tiket bagi audiens yang ingin bergabung ke dalam spaces yang dibuat mereka. Host dapat menentukan harga tiket serta jumlah tiket dari spaces yang mereka adakan.

Nantinya, pendapatan melalui penjualan tiket akan dibagi dengan pihak Twitter. Meski belum diketahui besarannya, tetapi Twitter mengklaim bahwa host akan mendapat “sebagian besar” dari pendapatan tersebut.

Tak hanya itu, Twitter juga mengembangan fitur monetisasi konten lainnya untuk Twitter Spaces dan mengembangkan fitur pendukung agar Twitter Spaces lebih nyaman digunakan, seperti penjadwalan dan pengingat spaces dan space hosting bersama.

Nah, apakah anda sudah mencoba fitur terbaru Twitter Spaces ini? Apakah Twitter Spaces lebih baik dari Clubhouse?