Tertarik Investasi Kripto? Simak Cara Belinya di Sini

(Sumber: Unsplash)

(Sumber: Unsplash)

Euforia kripto akhir akhir ini begitu ramai di kalangan masyarakat. Pasalnya, aset kripto mampu menawarkan imbal hasil atau return yang sangat tinggi, bahkan bisa puluhan hingga ratusan persen perhari.

Enggak heran, kripto jadi tren baru sejak awal tahun 2021 dan banyak investor yang baru bergabung mencoba berinvestasi di kripto. Apalagi, perdagangan aset Kripto sudah diperbolehkan di Indonesia dibawah Bappebti – lembaga yang mengatur perdagangan berjangka komoditi.

Jual beli cryptocurrency, seperti Bitcoin, telah legal. Namun, Banyak dari kita yang belum paham apa itu kripto dan bagaimana melakukan investasi di cryptocurrency ini. 

Buat kamu yang mau ikutan juga investasi di kripto, berikut cara beli kripto di Indonesia:

1. Pilih exchange dan buka akun 

Proses jual beli kripto dilakukan di exchange atau bursa. Exchange ini berfungsi seperti marketplace, tempat yang mempertemukan pembeli dan penjual kripto.

Layanan di Exchange adalah beli, jual, simpan, dan transfer aset kripto. Transaksi aset kripto terjadi antara para anggota exchange tersebut.

Exchange perannya hanya menjadi tempat perantara dan untuk itu akan memungut sejumlah fee, seperti fee jual beli dan penarikkan uang. Berbeda dengan transaksi di bursa saham, yang mana investor harus melewati broker sebagai perantara, di exchange kripto, transaksi langsung terjadi antara investor. Tidak ada broker perantara dalam transaksi di exchange cryptocurrency.

Setelah itu, pemilik koin akan mendapatkan alamat wallet. Alamat ini seperti no rekening di bank, yang menjadi tujuan jika dilakukan pengiriman uang. Ada beberapa exchange yang di Indonesia yang sudah resmi dan terdaftar di Bappebti, antara lain Indodax, TokoCrypto, dan Rekeningku.com.

Syarat buka akun adalah mengisi Nama, Email, Address, dan menyetujui Ketentuan Perjanjian dan Kebijakan Privasi. Bisa mengajukan lewat aplikasi mobile atau lewat website. Aplikasi bisa diunduh di Google PlayStore dan Apple Store. 
 

2. Verifikasi KYC

Verifikasi KYC adalah proses penting untuk melindungi semua peserta di exchange dan memastikan kebijakan AML (Anti Money Laundering) dilaksanakan dengan baik. Setelah membuka akun, user harus melanjutkan dengan verifikasi KYC. Tanpa lolos verifikasi ini, pengguna tidak bisa melakukan transaksi meskipun sudah buka akun.

Proses verifikasi KYC terdiri atas unggah foto ID, mengisi data pribadi, mengambil selfie foto dengan gerakan normal dan dengan gerakan acak. Data KYC akan diproses yang setidaknya membutuhkan waktu 1 hari kerja. 

Tidak jarang verifikasi gagal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat verifikasi di adalah pastikan belum memiliki akun di exchange, memberikan data pribadi yang benar dan akurat, serta memberikan foto yang sesuai dengan KTP. KTP harus asli dan harus jelas pada saat di upload. Saat mengambil gambar pastikan wajah terlihat jelas tanpa menggunakan topi dan juga kaca mata.
 

3. Melakukan setoran atau deposit dana

Lolos verifikasi, langkah berikutnya adalah melakukan deposit untuk bisa membeli koin kripto. Ada dua macam deposit, yaitu Rupiah dan aset kripto. 

a) Deposit dengan Rupiah
Deposit rupiah dilakukan ke rekening yang sudah ditentukan. Deposit ini digunakan untuk membeli Bitcoin atau aset kripto lainnya. Setoran tiap exchange bisa berbeda beda. Setoran minimum mulai dari Rp 30 ribu sd Rp 50 ribu pada umumnya. Tapi, ada juga exchange yang meminta minimum deposit sampai minimum Rp 2,8 juta.

Metode pembayaran yang disediakan tiap exchange juga berbeda beda, misalnya seperti rekening bank yang sudah ditentukan, kartu debit/kredit, paypal, transfer bank, e-wallet (ovo, Gopay, Shopeepay), hingga PPOB (alfamart, dll).

Sebaiknya pelajari exchange yang anda pilih terlebih dahulu masing – masing cara karena ada yang gratis, ada yang kena biaya deposit. Ada yang otomatis sampai tanpa perlu kirim bukti transfer, ada yang harus kirim bukti transfer.

b) Deposit dengan coin lain
Bisa pula deposit dalam bentuk koin, bisa Bitcoin, Ethereum dan jenis coin lainnya. Di setiap exchange terdapat daftar coin yang diterima sebagai deposit.

Deposit bitcoin atau cryptocurrency bisa digunakan untuk membeli crypto yang lain. Pilih pair mata uang crypto yang sesuai. Bahkan, cara deposit dengan aset kripto paling mudah, cepat dan murah, dibandingkan dengan rupiah atau US$. 
 

4. Cara beli 

Proses pembelian kripto cukup mudah. Dimulai dengan memilih pair yang ingin dijual belikan. Pair ini sama seperti ketika membeli valas, USD ke IDR, berapa Rupiah harga 1 US$. Ada banyak pair pair lainnya. Bisa juga pair dengan aset kripto lainya. Buat ordernya dengan memasukkan harga dan jumlah koin yang hendak dibeli, lalu akan muncul jumlah rupiah yang dibutuhkan. 

Pilih jenis order, apakah taker atau maker. Order Taker adalah mengikuti posisi harga pasar yang ada. Jadi kalau order beli, beli di harga pasar saat itu, kalau order jual, jual di harga pasar saat itu. 

Sedangkan, jenis order Maker adalah user memasang pada harga tertentu dan tidak pada harga yang ada di pasar saat itu. Kalau posisi jual, maka limit order dipasang pada harga yang lebih tinggi dari harga pasar, kalau posisi beli maka dipasang pada harga yang lebih rendah dari harga pasar. Jika order belum match di harga yang diinginkan, order akan menunggu di order book.

Satuan jumlah beli dan jual Bitcoin bisa sampai delapan digit di belakang koma, yaitu 0,00000001 BTC. Jadi, user  bisa bertransaksi dengan angka yang cukup kecil (seperti 0.4981537 BTC).

Itu sebabnya beberapa exchange bisa menerima transaksi sampai sekecil Rp 30 ribu. Jumlah ini bisa dilakukan meskipun harga 1 bitcoin mencapai ratusan juta karena digit Bitcoin yang bisa dibeli sekecil sampai delapan digit dibelakang koma.
 

5. Withdraw

Uang Rupiah bisa ditarik dari Exchange ke rekening rupiah milik pengguna. Caranya cukup mudah, ajukan penarikan di aplikasi. Tinggal memasukkan alamat wallet yang menjadi tujuan pengiriman bitcoin.

Biasanya butuh waktu beberapa menit sampai 1 x 24 jam untuk proses penarikan rupiah. Karena exchange menggunakan jaringan perbankan untuk mengirimkan uang, lama cepatnya ditentukan oleh proses di bank juga.

Penarikkan juga akan dikenakan biaya. Masing – masing exchange menetapkan kebijakan biaya penarikkan yang berbeda – beda. 

Cryptocurrency memang jenis investasi yang menarik, terutama dari segi return. Namun, jangan lupa, resikonya juga tidak kecil, harga bisa berfluktuasi 10x lipat dalam 1 bulan.