Omset Melejit dengan Digital Marketing

Bisnis Muda Day (instagram Bisnis.muda.id)

Bisnis Muda Day (instagram Bisnis.muda.id)


Bisnis online yang makin menjamur di zaman sekarang membuat bisnis online semakin ketat juga persaingannya dalam bidang pemasaran. Kreativitas dan inovasi diperhitungkan di media sosial.

Nah, untuk membahas hal itu, bisnis mudah berkesempatan ngobrol langsung sama narasumber yang keren di bidang nya.

Brama Danuwinata, Head of Social Media Grab Indonesia dan juga Yeri Afriyani sebagai Founder Calla the Label dengan Arnis Wigati sebagai hostnya, mereka berbagi ilmu mengenai digital marketing dengan diskusi dan materi yang seru. 

Sesi pertama dimulai dengan pemaparan materi oleh Brama, ia memaparkan dengan detail dan lengkap mulai dari menentukan audience, mengetahui target positioning brand, hingga bagaimana konten dikelola.

Ia menyebutkan instagram jadi platform paling berpengaruh untuk presence produk. Ia membagikan tips di instagram seperti menyiapkan profil yang baik dan memaksimalkan fasilitas instagram dengan mengisi bio, sambungkan ke facebook business manager dan mengubah profile ke akun bisnis.


Pengembangan profile juga bisa dengan maksimalkan Instagram Stories, buat konten yang interaktif. Kita harus bisa menggabungkan pesan apa yang mau disampaikan oleh brand (follow me, promo, murah, menu baru, enak bgt, dll) sama apa yang diinginkan sama audience (informatif, menghibur, lucu, rekomendasi, dll). Menggabungkan keduanya dan cari yang relevan sama brand kita. 

Menurut Brama, influencer bukan yang utama. Yang terpenting dalam mengembangkan brand adalah kualitas konten dan isi profile brand dan bagaimana brand tersebut dinilai. 

Pembicara kedua, Yeri Afriyani sebagai founder Calla The Label mengawali sharing dengan ngobrol santai dengan menceritakan gimana awal bisnis yang dijalaninya. Brand yang dikenal dengan warna warni dan motif yang sangat ikonik ini ternyata awalnya berasal dari gaya hidup foundernya sendiri. Yeri orangnya enggak suka make up, jadi buat tetep keliatan stand out, ia mengandalkan dari outfit

Yeri yang kepribadiannya hangat ini juga melihat adanya peluang pasar. Dari ceritanya, ia menyadari bahwa seseorang pasti membutuhkan outfit untuk kumpul bareng teman teman tiap weekend. Melihat kesempatan itu, kemudian ia memutuskan untuk memulai bisnis hitsnya ini. 

Ada hal yang menarik nih dari cerita Yeri. Ia nyeritain bahwa brand dia punya yang namanya Calla Squad, yaitu konsumen mereka yang suka sama produk calla, mereka sampe bikin grup whatsapp sendiri loh. Calla bikin semuanya sebagai keluarga, mulai dari pegawai yang disebut sebagai Callasisstant, sampai konsumennya yang memang sengaja dirangkul sebagai keluarga. 

Bahkan, Yeri mengaku instagram Calla ia sendiri yagn pegang loh. Termasuk bales komentar dari audience sampai chatting di DM. Dia senang kalo audience terlihat dekat dengan founder dan bagian dari calla squad. Jadi dia lebih fokus ngembangin sosialisasi komunitas yang kekeluargaan dan engage sama audience. 

Ia juga mengaku sehari bisa update instagram story bisa lebih dari 30 story perharinya. Hal itu karena ia selalu me-reposting unggahan audiencenya demi menjaga engage sama audiencenya. Wow. 

Memang pribadinya yang riang dan hangat, Yeri benar benar tulus dan senang berinteraksi dengan audiencenya. Dari strategi yang kaya gitu, enggak jarang dia dapet ekposure gratisan dari audiencenya loh. 

Terakhir, ada pesan dari masing masing pembicara yaitu jangan lupa mengenai brand presence, Maksimalkan semua fitur marketing, selalu berinovasi dan explore sesuatu yang baru untuk bikin konten yang menarik. selain itu, seperti pepatah, malu bertanya sesat di jalan, jangan takut untuk bertanya mengenai bisnis dan buka mata terhadap kompetitor.

Di sesi kedua, enggak kalah seru dan insightful nih. pada sesi ini, ada head of cloud saas Business development Ferry Ardiansyah dari Telkomsigma yang bahas pemanfaatan teknologi digital untuk pengelolaan keuangan UMKM.

Di jaman yang sudah serba digital ini, teknologi membantu manusia mempermudah pekerjaannya di segala bidang, termasuk bidang ekonomi. Namun, menurut Ferry, masih banyak nih, UMKM yang belum teknologi. Kebanyakan UMKM hanya menggunakan teknologi digital seperti sosial media untuk keperluan marketing, namun bukan pemanfaatan untuk bisnisnya. 

Dari data yang ditampilkan oleh Ferry, bersumber dari data Kemenkop & UKM, jumlah UKM di Indonesia mencapai 62 juta usaha dan baru 11.7 juta usaha saja (18,8 persen) yang sudah go digital.

Maksudnya, go digital di sini adalah semua kegiatan bisnis tidak dilakukan manual mulai dari sistem keuangan, transaksi dengan smart cashier, hingga informasi tentang sistem sumber daya manusia seperti gaji pegawai, perhitungan lembur dan cuti, dan pelayanan pegawai lainnya.

Faktor penghambat digitalisasi UMKM ini antara lain adanya penolakan terhadap perubahan, pola pikir masyarakat yang kurang kompetitif, keterbatasan akses internet, keterbatasan budget untuk teknologi, gagap teknologi dan juga keterbatasan akses pendampingan dan biaya pelatihan yang mahal.

Padahal, banyak banget keuntungan dan kemudahan yang di dapat dengan digitasi pengelolaan keuangan. Tidak seperti bisnis konvensional yang melakukan pencatatan dengan spreadsheet sehingga rawan salah perhitungan atau penipuan, bisnis yang sudah go digital dapat banyak kemudahan, seperti proses yang cepat dan transparan, akurat, tidak membutuhkan banyak tenaga manusia dan juga biaya yang lebih efisien.

Telkomsigma mempersembahkan solusi digitasi pengelolaan keuangan UMKM namanya DIGI ERP. Digi Erp adalah layanan light erp berbasis cloud yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan industri UMKM untuk menuju go digital. Dengan fitur-fitur lengkap mulai dari mengurus keuangan, hingga transaksi dengan smart cashier.
 

Bagaimana soal data?

Enggak perlu khawatir soal kebocoran data karna Digi Erp berbasis cloud. Digi erp menggunakan Telkomcloud yang mana jaringan hingga datanya disimpan di indonesia dengan tingkat security yang sudah terverifikasi.

Selain itu, Telkomsigma juga rutin melakukan maintain tiap tahun untuk melakukan pengecekan tentang kemanan atau potensi pembobolan pada aplikasi ini. 

Penggunaannya juga mudah dan bisa dilakukan dimana saja, kamu tidak perlu mengunduh aplikasi. Hanya perlu mengunjungi website Digi Erp, kemudian aplikasi sudah bisa digunakan.