Bingung Berkarir atau Berbisnis? Ini Cara Memilihnya

Ilustrasi Berbisnis ( sumber : freepik )

Ilustrasi Berbisnis ( sumber : freepik )


Bekerja memang menjadi salah satu hal yang dilakukan oleh seluruh umat manusia, tentunya bagi mereka yang telah mampu. Alasannya tak perlu dipertanyakan lagi, tentu saja untuk mencari uang dan bertahan hidup.

Terdapat berbagai jenis pekerjaan yang ada di dunia. Kategori umum yang sering disandingkan adalah bekerja sebagai pegawai di perusahaan atau menjalankan bisnis sendiri. Bahkan, memang banyak orang yang sering bimbang diantara kedua pekerjaan tersebut.

Perbandingan kedua pekerjaan tersebut sering dilontarkan dalam sebuah perumpamaan yang bernada pro terhadap berbisnis yaitu berhenti mewujudkan mimpi orang lain (pegawai) dan mulai mewujudkan mimpi sendiri (berbisnis).

Lantas, mana sih sebenarnya yang lebih baik, berkarir atau berbisnis? Ini perbandingan antara berkarir di kantor dan menjadi wirausaha.
 

Perbandingan Berkarir dan Berbisnis

Baik berkarir di perusahaan maupun membangun bisnis sendiri tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seorang pekerja umumnya memiliki waktu kerja yang terjadwal sedangkan bila memiliki bisnis sendiri waktu kerja lebih fleksibel.

Oleh karena itu, pekerja juga dihadapi dengan risiko bosan atau jenuh. Pasalnya, biasanya pekerja akan berhadapan dengan hal yang sama setiap harinya. Siklus kerja yang monoton tersebut membuat risiko bosan akan lebih mudah timbul.


Meski berbisnis membuka peluang untuk berkarya dan mencoba hal-hal baru lainnya karena tidak diatur oleh “atasan”, berbisnis berhadapan dengan risiko kerugian yang lebih besar. Apalagi, ketika di awal memulai bisnis mungkin akan terasa berat dan sulit.
 

Kunci Memilih Pekerjaan : Passion!

Oleh karena karakteristik kedua pekerjaan tersebut berbeda, banyak yang mengatakan bahwa pekerjaan terbaik adalah yang sesuai dengan passion. Seperti ungkapan “follow your passion” yang sering diagungkan dalam memilih pekerjaan.

Sehingga, entah berkarir atau berbisnis, bila sesuai passion maka anda akan menjalani pekerjaan tersebut sepenuh hati. Seperti yang diungkapkan oleh Ankatama, Business woman yang memilih bidang F&B karena passionnya.

“Boleh berbisnis, tapi kamu harus tau kamu passionate dibidang apa. (Kaya aku) F&B, aku suka makan. (Jadi) aku juga bisnis sesuatu tuh yang aku emang suka,” ujar Ankatama dalam acara Ngobrol Asik oleh Bisnis Muda di Live Instagram 31 Mei lalu.


Sama halnya dalam berkarir, bila sesuai passion maka akan enjoy menjalaninya. Seperti yang diungkapkan Haydin Haritzon yang berprofesi sebagai Kepala Divisi Kehumasan LPS yang juga menjadi narasumber di kesempatan yang sama.

“Jadi memang apa yang saya kerjakan memang yang saya sukai. Sehingga enjoy banget, apa yang saya kerjakan memang dipelajari di kampus, yang sesuai dengan latar belakang pendidikan,” ujar Haydin pada acara bertema “Kamu Tim Berkarir atau Berbisnis?” itu.


Namun, Haydin juga memandang bahwa dalam mempertimbangkan pekerjaan harus melihat lebih jauh lagi selain kesesuaian dengan minat (passion), yaitu pada goals atau tujuan yang ingin dicapai dari pekerjaan yang dilakukan.

“Yang paling penting sebenernya tujuan. Kita mau ngapain sih, kita mau jadi apa sih. Nah itu yang menentukan bagaimana cara kita bekerja akan lebih rasional dalam memilih karir," tutur Haydin 


Nah, jadi baik berkarir atau berbisnis sama baiknya kok asalkan sesuai dengan passion dan punya goals yang ingin dicapai melalui pekerjaan tersebut. Jadi, kamu lebih ke berkarir atau berbisnis nih?

Baca Juga: 
Penting Enggak sih Market Trend dalam Bisnis?