Financial Barriers, Gimana Cara Mengatasinya?

Financial Barriers Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Financial Barriers Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Standar hidup seseorang seringkali tergantung pada jumlah uang yang harus dikeluarkan dan diinvestasikan. Banyak hal-hal yang dapat meningkatkan standar hidup, seperti kuliah, berbisnis, membeli rumah, travelling, membeli mobil, hingga asuransi. Seluruh kegiatan tersebut memerlukan sumber daya keuangan yang relatif besar. Nah, ketika biaya yang tinggi membuat aktivitas tertentu jadi sulit untuk dilakukan, hal itulah yang dianggap sebagai financial barriers atau hambatan finansial.

Hambatan finansial dapat muncul dalam berbagai konteks dan mempengaruhi individu, keluarga, hingga bisnis. Tak sedikit orang yang gagal meraih mimpinya karena adanya hambatan finansial tersebut, mulai dari gagal masuk perguruan tinggi impian, atau bahkan gagal membangun sebuah bisnis.

Selain itu, tidak memiliki manajemen keuangan yang baik juga sering memaksa orang untuk membuat keputusan sulit tentang bagaimana mengalokasikan sumber daya finansial yang mereka miliki. Misalnya, satu keluarga mungkin harus memilih antara membeli rumah yang lebih luas dan mobil baru atau menghemat uang untuk pendidikan anak. Ada juga orang yang harus memilih antara membayar asuransi atau membayar sewa dan tagihan.

Nah, untuk itu, diperlukan cara yang tepat untuk mengatur keuangan yang dimiliki dan mengatasi financial barriers. Yuk, kita simak bersama!

Baca Juga: Gimana Sih, Cara Mengatur Keuangan Bareng Pasangan? 
 

Budget, Budget, Budget

Untuk bisa membayar seluruh tagihan yang dimiliki membuat beberapa orang perlu mengencangkan dompet. Namun, segalanya bisa lebih mudah jika kamu membuat anggaran untuk setiap pengeluaran.

Kamu bisa memisahkan anggaran untuk hal-hal penting, seperti kebutuhan harian rumah tangga, ongkos transportasi, dan hal-hal yang menjadi fix cost dalam hidup kamu. Dengan begitu, kamu akan tahu persis berapa uang yang terpakai dan yang tersisa, sehingga terciptalah anggaran yang sesuai.
 

Jangan Impulsif Belanja!

Baik itu kopi dari cafe favoritmu atau penawaran spesial dan sale yang menggiurkan, jika kamu ingin bisa menabung sambil membayar semua kebutuhan primer, maka hal-hal seperti ini bisa menunggu lain waktu. Bijaksanalah menggunakan uang ketika kamu masih merasa jumlah uang yang kamu miliki itu terbatas. Jangan membeli secara impulsif, kamu hanya akan menyesalinya nanti.
 

Yakin Kamu Butuh Barang Mewah?

Nilai dari barang mewah sendiri memang relatif bagi masing-masing individu. Baik itu berlangganan bulanan ke aplikasi streaming atau paket TV hingga barang-barang bermerek terkenal yang super mahal. Kamu mungkin bisa lebih bijaksana untuk meninggalkan beberapa kemewahan yang sebenarnya tidak benar-benar dibutuhkan.
 

Gunakan Transportasi Umum

Jika kamu berkendara dengan mobil atau motor pribadi ke kantor, mungkin ini saatnya kamu untuk beralih menggunakan transportasi umum jika lokasi kantormu mudah dijangkau dan terintegrasi dengan transportasi umum seperti KRL, MRT, atau Transjakarta. Hal ini akan membuatmu lebih hemat dengan tidak mengeluarkan uang untuk bensin, tol, dan kebutuhan mobilitas lainnya.
 

Buat Daftar Belanja

Siapkan daftar barang yang diperlukan sebelum pergi berbelanja. Ini memastikan kamu untuk  tidak membeli barang-barang yang tidak perlu. Rencanakan kebutuhan rumah tanggamu seminggu sebelumnya, sehingga kamu tahu persis apa yang dibutuhkan. Selain menghemat uang, ini adalah cara yang bagus untuk mengurangi limbah plastik. Selain itu, kamu juga bisa cari toko atau supermarket yang menawarkan harga paling hemat, karena banyak pilihan toko yang menawarkan harga yang sangat kompetitif dan berbeda-beda untuk barang yang kita butuhkan.
 

Jangan Terlalu Sering Pergi Nongkrong

Walaupun mungkin terlihat membosankan dan menjenuhkan, namun hal ini dipastikan dapat menghindari kamu dari overspend. Ditambah lagi di kondisi pandemi Covid-19 ini. Dengan menahan diri keluar rumah, kamu bisa menghemat sekaligus menjaga kesehatanmu.

Hal- hal di atas tadi bisa kamu terapkan untuk mengatur uangmu lebih baik dan menghindari financial barriers. Tapi, hambatan finansial bisa jadi bermanfaat lho, tapi itu semua tergantung posisimu dalam perekonomian.

Dari perspektif bisnis sendiri, hambatan finansial yang besar untuk memulai bisnis di industri tertentu dapat memberikan “penghalang untuk masuk”, yang dapat membuat kompetitor keluar dari pasar. Namun, hal ini cenderung bermanfaat bagi bisnis yang sudah mapan, karena persaingan dapat memotong penjualan atau bahkan memaksa bisnis untuk menurunkan harga barang atau jasa.

Jadi gimana Be-emers, kamu mau mencoba tips-tips di atas nggak? Siapa tau, kamu jadi bisa punya tabungan yang lebih banyak dan bisa mendapat hal-hal impian kamu, kan? Semangat dan selamat mencoba!

Baca Juga: Mau Bebas Finansial seperti Orang-Orang Ini? Begini Tahapannya!