Setelah Tertunda, CEO Grab Yakin Kesepakatan SPAC Bakal Selesai Akhir Tahun 2021

CEO Grab Yakin Skema SPAC Selesai Akhir 2021 Illustration Web Bisnis Muda - Image: Grab

CEO Grab Yakin Skema SPAC Selesai Akhir 2021 Illustration Web Bisnis Muda - Image: Grab


Grab memang sedang dalam persiapan IPO lewat SPAC nih, Be-emers. Nah, CEO Grab Holdings Inc. cukup yakin kalau kesepakatan SPAC tersebut bakal selesai akhir tahun 2021.

Dikutip Bloomberg, CEO Grab Anthony Tan mengatakan dia yakin merger salah satu raksasa ride-hailing itu dengan perusahan blank-check AS akan kelar di akhir 2021, menyusul dengan adanya penundaan yang disebabkan oleh tinjauan keuangannya beberapa waktu lalu.

Perusahaan yang berbasis di Singapura itu menyebutkan kalau penundaan penyelesaian yang diharapkan dari kesepakatan dengan Altimeter Growth Corp ke kuartal keempat karena adanya audit tiga tahun terakhir.

Makanya, Tan pun cukup ambisius, bahkan sempat mengumumkan dalam presentasi investor bahwa target penyelesaiannya yakni pada Juli 2021.

“Kami ingin menetapkan standar dalam pelaporan keuangan yang transparan. Mungkin butuh sedikit lebih lama dari yang kami harapkan.” -Anthony Tan, CEO Grab.


 

CEO Grab Yakin Skema SPAC Selesai Akhir 2021 Illustration Web Bisnis Muda - Image: Grab

CEO Grab Yakin Skema SPAC Selesai Akhir 2021 Illustration Web Bisnis Muda - Image: Grab




Sementara itu, startup yang beroperasi di Asia Tenggara itu merupakan perusahaan terbaru yang terpengaruh oleh pengawasan ketat dari regulator keuangan AS atas kesepakatan yang melibatkan SPAC.

Masalahnya, setelah adanya hiruk-pikuk pencatatan, pasar SPAC telah dihantam oleh tindakan keras Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Enggak cuma itu, hal tersebut juga diiringi tuntutan hukum dari pemegang saham, penurunan harga saham, dan penundaan pencatatan yang direncanakan.

Dikutip Bloomberg, regulator mengatakan bahwa SPAC mungkin perlu memperhitungkan waran - sekuritas yang diterbitkan untuk investor awal. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kewajiban, bukan sebagai ekuitas.

Sebenarnya sih, CEO Grab juga mengatakan kalau ia sedang mempertimbangkan penawaran umum perdana secara tradisional. Namun, pihaknya justru memilih kesepakatan dengan Altimeter Brad Gerstner setelah melihat komitmen oleh mitra SPAC, yang mana Altimeter telah berkomitmen untuk periode penguncian selama tiga tahun.

Adapun, hingga kini, Grab belum mau menyebutkan berapa valuasi yang ditargetkan Grab. Namun, analis di Bloomberg Intelligence bernama Matthew Kanterman menghitung bahwa rasio nilai-penjualan perusahaan Grab lebih dua kali lipat dari Uber Technologies Inc.

Baca Juga: Ternyata, Gojek dan Grab Punya Program untuk Memberdayakan UMKM Lho!