Hana Bank x LINE, Bagaimana Prospek dari LINE Bank?

Hana Bank x LINE, Bagaimana Prospek dari LINE Bank? Illustration Web Bisnis Muda - Google Images

Hana Bank x LINE, Bagaimana Prospek dari LINE Bank? Illustration Web Bisnis Muda - Google Images


Setelah peluncuran LINE Bank pada Jumat, 11 Juni 2021 lalu, persaingan antar bank digital Indonesia makin ramai.

LINE Bank yang merupakan hasil kolaborasi dari PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank), LINE Corporation, dan LINE Financial Asia, ini siap menjaring nasabah baru, terutama masyarakat kalangan milenial dan generasi Z yang juga pengguna aplikasi pesan instan, LINE.
 

LINE Bank Illustration Web Bisnis Muda - Google Images

LINE Bank Illustration Web Bisnis Muda - Google Images


Setelah lebih dahulu meluncur di Thailand dan Taiwan, LINE Bank diperkirakan akan menjadi salah satu bank digital terpopuler di Indonesia. Kepopuleran tersebut juga tak bisa lepas dari eksistensi LINE yang sudah ada di Indonesia sejak 2021 silam.

Menurut Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia  (LPPI), Trioksa Siahaan, langkah LINE Bank di Indonesia tidak akan semudah itu. Pasalnya, menurut Trioksa, nama besar dan popularitas LINE belum tentu cukup untuk menarik minat masyarakat Indonesia untuk menjadi nasabah LINE Bank.

Diperlukan adanya usaha yang lebih keras untuk mempopulerkan kembali LINE dan LINE Bank itu sendiri, karena saat ini aplikasi chatting LINE sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat dan penggunanya dengan alasan ukuran aplikasi yang berat dan membutuhkan banyak memori pada smartphone.


Selain itu, dipilihnya Bank Hana sebagai bank induk yang mengelola dana nasabah LINE Bank juga berpengaruh. Trioksa menganggap bahwa bank asal Korea Selatan itu tidak begitu populer di Indonesia, termasuk juga di kota-kota besar. Trioksa juga menuturkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung untuk memilih produk yang populer dan sudah banyak digunakan sebelumnya dalam hal layanan perbankan.

Hal lain yang tak kalah penting adalah meyakinkan masyarakat atas keamanan dari ekosistem bank digital di Indonesia. Dengan ditemukannya kasus kejahatan siber berupa penipuan atau pencurian dana nasabah di salah satu bank digital tentunya akan mempengaruhi keyakinan masyarakat untuk menggunakan bank digital.

Kemunculan teknologi finansial yang pesat juga harus diperhatikan agar tidak tumbuh secara tidak terkendali dan menimbulkan banyak kejahatan ilegal yang dapat membuat ragu para calon pengguna.

Compliance Director Bank KEB Hana, Bayu Wisnu Wardhana, mengatakan bahwa Hana Bank akan fokus dengan pembiayaan konsumen dengan peluncuran LINE Bank. Perseroan menargetkan nasabah baru, penghimpunan data pihak ketiga, serta kredit konsumsi dengan LINE Bank ini.

Menurut Bayu, kompetisi digital banking di Indonesia akhir-akhir ini semakin ramai dan ketat. Ia pun menyampaikan bahwa Hana Bank mengalokasikan Rp 150 miliar untuk perkembangan IT tahun ini. Nilai tambah yang ditawarkan LINE Bank akan mempercepat pertumbuhan nasabah baru, dana masyarakat baru, coverage atau cakupan yang lebih luas juga lebih mudah membidik pengguna sosial media LINE sebagai nasabah bank.

Baca Juga: Bank Digital Bikin Persaingan Makin Sengit, Gimana Nasib Bank Konvensional?