Anggota DPR Dapat Isolasi Mandiri VVIP, Begini Tanggapan Warganet

Ilustrasi Gambar Kamar Hotel Berbintang (Canva.com)

Ilustrasi Gambar Kamar Hotel Berbintang (Canva.com)


Covid-19 sampai sekarang kasusnya masih belum juga mereda. Masyarakat juga banyak yang melakukan isolasi mandiri, bahkan sampai harus ada yang dibawa ke rumah sakit untuk bisa mendapatkan penanganan secara cepat dan baik.

Dengan banyaknya kasus Covid-19 ini, anggota DPR yang terpapar Covid-19 justru dikabarkan mendapat fasilitas hotel berbintang 3 dan 4 serta kemegahannya sebagai tempat isolasi mandiri. Selain itu, para anggota dewan tersebut juga diberikan fasilitas rumah sakit khusus.
 

Hotel Isoman Anggota DPR

Dengan dua hotel namanya adalah Ibis Budget Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dan Hotel Oasis Atrium Senen, Jakarta Pusat. Tarif hotel yang dikhususkan untuk anggota DPR sangat mengejutkan!

Anggota DPR yang hendak melakukan isoman bisa mengambil paket selama tujuh malam dengan tarif Rp 4.500.000 sampai Rp 30 juta per orang, tergantung paket yang diambilnya.

Tarif tersebut sudah termasuk biaya makan tiga kali sehari, laundry tiga pakaian per hari, serta WiFi gratis. Tetapi, tarif belum termasuk biaya medis, seperti konsultasi dokter, vitamin, dan obat-obatan, yang mana justru ditanggung oleh pemerintah.



Hal ini banyak sekali mendapat kritikan dari masyarakat. Dalam media sosial,  warganet banyak menyampaikan komentar yang beragam, antara lain:

Akun dengan nama @_...na18 “Uangnya hasil dari dan denda rakyat yah? Miris:( tak hanya dia

@halo---- “Keadilan Rakyat Bagi Seluruh Rakyat Indonesia bagian mana pak??? katanya”

Fraksi PKS juga ikut bekomentar yang disebutkan ia tidak setuju dengan adanya tempat isolasi mandiri yang di khususnya untuk Anggota Dewan.

“Menurutnya, jika benar ingin memfasilitasi anggota dewan yang terpapar Covid-19, maka cukup menggunakan fasilitas yang dimiliki DPR. "Sekjen DPR tak perlu menyewa fasilitas khusus untuk anggota, tetapi cukup memfungsikan fasilitas yang dimiliki DPR seperti Wisma DPR di Kopo Bogor atau fasilitas milik DPR lainnya."

Ditambah, bukan hanya anggota DPR saja yang membutuhkan pelayanan medis khusus, melainkan kondisi rakyat yang lebih banyak membutuhkan penangan tersebut serta jauh lebih sulit dalam menghadapi Covid-19 ini.

Di sisi lain, anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi NasDem Muhammad Farhan justru juga ikut menolak fasilitas tempat isolasi mandiri di hotel bagi anggota DPR, tenaga ahli dan staf DPR yang terpapar COVID-19.

Menurutnya, semua sedang mengalami musibah yang sama dan membutuhkan fasilitas yang memadai. Jadi, semuanya harus sama dan setara.

Kebijakan itu pun dinilai berlebihan karena saat ini tidak sedikit masyarakat yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan.