Catatan dari Karet: Anak Muda yang Melek Bisnis 

Bisnis Muda
Like

Anak muda, sejak zaman perjuangan kemerdekaan hingga kini selalu istimewa. Sebagai ganjarannya, mereka yang tidak biasa, tak jarang mendapat tempat yang istimewa pula; dicatat dalam sejarah, meraih popularitas hingga  menduduki jabatan yang empuk. 

Rekam perjalanan bangsa kita mencatat jejak perjuangan pemuda sudah muncul sejak zaman prakemerdekaan. Salah satunya, yang sudah diketahui oleh semua elemen bangsa, bahwa penegasan cita-cita terbentuknya tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia berawal dari kongres pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda, 92 tahun yang lalu.

Lepasnya Nusantara dari cengkraman penjajah juga tidak lepas dari peran pemuda. Dalam riwayat kemerdekaan Indonesia tercatat Peristiwa Rengasdengklok, yaitu aksi penculikan oleh sejumlah pemuda terhadap Soekarno dan Hatta, pada 16 Agustus 1945.

Penculikan ini bertujuan untuk mendesak para pemimpin saat itu untuk mempercepat kemerdekaan Indonesia. Esok harinya, kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan, 17 tahun sejak ikrar Sumpah Pemuda. 

Maka tak heran bila sang proklamator, Soekarno, begitu kesengsrem terhadap gelora anak muda. “Beri Aku 10 pemuda, niscaya akan Ku guncangkan dunia”. Begitu salah satu kutipan yang terkenal dari Presiden RI Pertama itu. 


Melompat ke era digital yang mengguncang dunia, para pemuda jualah di balik berkembangnya beragam usaha baru berbasis digital. Harus diakui bahwa inovasi bisnis mereka mampu mengubah perilaku konsumen dan memaksa pebisnis eksisting untuk mengadopsi cara-cara baru dalam menggaet pelanggan. 

Inisiatif yang dikembangkan mereka pun bisa mengubah model bisnis yang sudah puluhan tahun dijalankan. Model sharing economy misalnya, di mana suatu bisnis tidak butuh penguasaan asset dari hulu hingga hilir, tapi bisa bekerjasama dengan pemilik asset. Perusahaan kekinian tidak perlu punya armada taksi, jaringan perhotelan, ribuan meter persegi gerai ritel atau ratusan kantor cabang untuk menjadi pemain terbesar di bidangnya.

Para pemuda yang melek digital ‘cukup’ mengembangkan aplikasi, kemudian berkolaborasi dengan pemilik asset guna mempermudah konsumen memenuhi kebutuhannya. Semua pesanan barang dan jasa sampai pembayaran dilakukan dalam genggaman tangan. Transaksinya menjadi efektif, efisien, transparan pula.

Hebatnya, pendanaan proyeknya tidak lagi mengandalkan pinjaman dari institusi keuangan konvensional, karena banyak investor yang siap menyuntikkan dana jumbo demi valuasi dan penguasaan pasar, meski harus bakar-bakar uang.

Pemerintahan sekarang pun kepincut dengan terobosan anak muda, yang istilah kerennya disebut kaum milenial. Di jajaran kabinet, founder Gojek, Nadiem Makarim, didapuk menjadi Menteri Pendidikan. Ada pula staf khusus presiden dari unsur milenal. Tak tanggung-tanggung ada tujuh anak milenial yang ditarik jadi Stafsus Pak Jokowi, walau belakangan dua orang mengundurkan diri karena terbentur issu konflik kepentingan dengan usaha rintisan yang digelutinya.

Sasaran Empuk 

Selalu saja ada dua sisi. Selain sebagai pelopor bisnis baru di era digital, kaum milenial di sisi yang lain menjadi target pasar yang empuk. Mereka kerap diasosiasikan dengan perilaku konsumtif, hobi jalan-jalan, senang berburu makanan yang lagi ngetrend, terbiasa main games, tak bisa lepas dari smartphone, terhubung terus dengan internet, dan yang sudah bekerja, senang bekerja sambil nongkrong.

Jumlah mereka tidak sedikit. Berdasarkan Data BPS, jumlah generasi millenial berusia 20-35 tahun pada 2018 mencapai 63,4 juta jiwa atau 24?ri 179,1 juta penduduk berusia produktif (14-64 tahun). Nah, potensi pasar di masa depan begitu menggiurkan ketika jumlah anak-anak milenial digabungkan dengan penduduk berusia produktif lainnya. Inilah berkah demografi, di mana penduduk berusia produktif diperkirakan akan mendominasi populasi Indonesia hingga 2045. 

Kondisi itu sudah dipetakan sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Modalnya sudah ada, yaitu eksistensi kaum milenial yang kreatif sekaligus konsumtif, serta ditopang ketersediaan sumber daya manusia yang berpenghasilan dalam jumlah yang cukup signifikan. 

Untuk itu kalangan usia muda produktif perlu dipersiapkan supaya melek bisnis. Mereka harus ditempa agar berjiwa mandiri dan lebih berminat membangun bisnis yang relevan dengan zamannya ketimbang jadi karyawan. Tentu mereka harus punya bekal yang memadai soal seluk beluk bisnis, strategi investasi dan  pengelolaan keuangan.

Dengan semangat membangun pemahaman tentang dunia bisnis dan literasi finansial bagi kaum milenial, kami berinisiatif meluncurkan bisnismuda.id, satu  platform bloging yang diposisikan menjadi ruang virtual untuk berbagi pengalaman bisnis dan meningkatkan pemahaman tentang investasi dan keuangan. 

Harapannya, konten yang ditulis langsung oleh pelaku bisnis, para ahli dan siapa pun yang berminat berkontribusi, mampu menginspirasi dan menggerakkan anak muda untuk jadi entrepreneur. Tulisan-tulisan tersebut akan dipadukan dengan konten edukasi dan tips yang dikemas dengan gaya khas tim konten bisnismuda.id.

Kami yakin platform ini tidak bisa langsung menjadi penyedia dan penyaji konten kewirausahaan dan literasi keuangan yang memuaskan anak-anak milenial. Untuk itu partisipasi semua kalangan sangat diharapkan demi naiknya kualitas platform ini, baik sebagai kontributor, member, pembaca, kritikus maupun sponsor.

Pada hari ini, Senin 18 Mei 2020, kami memperkenalkan bisnismuda.id, di hari ke 25 umat Islam melaksanakan puasa di bulan Ramadhan 1441 H. ‘Perayaannya’ sangat sederhana, ditandai dengan pemutaran video, sambutan, dan diakhiri buka puasa. Yang diundang hanya kalangan internal, karena kami prihatin kasus positif virus Corona yang sudah tiga bulan melanda Tanah Air, belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. 

Oleh karena itu, acara syukuran produk baru ini bukan berarti kami tidak sensitif dengan wabah yang tengah melanda masyarakat global. Justru di tengah masih tingginya kasus Covid 19, kami ingin tetap aktif dan produktif memberikan informasi yang positif.

Kami ingin terus menanamkan kesadaran kepada seluruh tim PT NIS, yang menaungi bisnismuda.id dan bisnis.com, untuk tetap optimistis bahwa perekonomian akan cepat pulih, sekaligus membangun harapan bahwa virus ini akan segera hilang di muka bumi. Semoga.