Rihanna Batalkan Gugatan Hukum Kepada Ayahnya, Ada Apa?

Rihanna Illustration Web Bisnis Muda - Piqsels

Rihanna Illustration Web Bisnis Muda - Piqsels


Rihanna telah membatalkan kasus hukum terhadap ayahnya, beberapa minggu sebelum mereka akan bertemu di pengadilan.

Ia menuduh ayahnya, Ronald Fenty, karena telah menyalahgunakan namanya untuk menguntungkan perusahaan entertainment-nya sendiri. Bahkan, Rihanna pernah menggugatnya pada tahun 2019 lalu karena iklan palsu dan pelanggaran privasi.

Tadinya, kasus ini akan diadili pada tanggal 22 September, namun Rihanna mengajukan pembatalan kasus tersebut pada hari selasa tanpa adanya alasan. Menurut laporan salah satu media Amerika Serikat, Rihanna telah mencapai penyelesaian di luar pengadilan dengan ayahnya dan mitra bisnisnya.

Rihanna, yang bernama lengkap Robyn Rihanna Fenty, mengajukan kasus hukumnya dua tahun lalu. Ia mengatakan bahwa meskipun Ronald Fenty adalah ayahnya, Ronald tidak memiliki wewenang untuk bertindak atas nama Rihanna.

Rihanna menuduh ayahnya dan temannya yang bernama Moses Perkins pada tahun 2017 karena telah menciptakan sebuah perusahaan bernama Fenty Entertainment yang berulang kali mengklaim bahwa perusahaan tersebut berafiliasi dengan Rihanna.


Dalam dokumen pengadilan, pengacaranya mengatakan bahwa Ronald Fenty dan Moses Perkins telah menggunakan kebohongan ini dalam upaya penipuan untuk meminta jutaan dolar dari pihak ketiga yang tidak menaruh curiga atas janji palsunya yang menjelaskan bahwa mereka bertindak atas nama Rihanna.

Mereka mengklaim bahwa Fenty Entertainment mencoba memesan tur 15 hari di Amerika Latin yang seharga $15 juta, serta pertunjukan di Los Angeles dan Las Vegas, tanpa sepengetahuan Rihanna.

Sebelumnya, Ronald telah mencoba untuk mengajukan merek dagangnya sendiri untuk nama Fenty, sebagai bagian dari rencana untuk membuka jaringan hotel butik. Namun, US Patent dan Merek Dagang AS menolak permintaan tersebut.

Rihanna mengatakan telah meminta perintah pengadilan terhadap ayahnya dan mitra bisnisnya karena aktivitas bisnisnya melanggar undang-undang periklanan, persaingan, dan bahkan privasi yang memiliki risiko pada merek Fenty jika tidak dihentikan.

Penyanyi satu ini yang juga merupakan musisi terkaya di dunia, telah lama memiliki hubungan yang tegang dengan ayahnya, yang telah berjuang dengan alkoholisme dan kecanduan narkoba di masa lalu.

Hingga kini, belum ada pihak yang bersedia untuk mengomentari penghentian kasus hukum yang diajukan Rihanna tersebut.

Baca Juga: Rihanna Kini Resmi Jadi Miliarder dan Musisi Terkaya di Dunia! Berkah Fenty Beauty?