Pemerintah China Berencana Memecah Alipay Milik Perusahaan Jack Ma

Pemerintah China Ingin Pecah Alipay Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Pemerintah China Ingin Pecah Alipay Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva


Fokus pemerintah China di industri teknologi memang enggak main-main nih, Be-emers, Kini pemerintah China dikabarkan ingin memecah Alipay, aplikasi pembayaran Ant Group milik Jack Ma.

Sebelum ramai penggunaan dompet digital seperti saat ini, Alipay sudah eksis sejak 2004 lho, Be-emers. Saat itu, Alipay masih bernaung di bawah Alibaba Group, yang notabene juga merupkan perusahaan yang didirikan oleh miliarder China yakni Jack Ma.

Namun, di tahun 2015, Alipay kemudian bernaung di bawah Ant Financial -bagian dari Ant Group. Kinerja Alipay pun makin berkembang dari tahun ke tahun.

Business Insider mencatat, di tahun 2013, Alipay berhasil menggeser posisi PayPal sebagai platform pembayaran seluler terbesar di dunia lho!

Bahkan di tahun 2018, jumlah pengguna Alipay mencapai 870 juta dan menjadikannya sebagai layanan pembayaran seluler nomor satu di dunia serta organisasi layanan pembayaran terbesar kedua di dunia.


Nah, dari data statistik kuartal keempat 2018 yang dilansir Computer World HK, Alipay sudah menguasai 55,32 persen. pangsa pasar pembayaran pihak ketiga di China! Angka itu pun diprediksi bakal terus tumbuh.

Baca Juga: Proses IPO Ant Group Milik Jack Ma Ditunda, Kenapa Ya?
 

Rencana Pemerintah China Memecah Alipay

Di tengah popularitas dan kesuksesan kinerja Alipay, pemerintah China justru ingin memecah Alipay nih, Be-emers. Dilansir Financial Times, pemerintah China ingin membuat aplikasi terpisah untuk bisnis pinjaman Alipay, yang dinilai sangat menguntungkan.

Berdasarkan rencana tersebut, pemerintah China juga akan melihat Ant Group menyerahkan data pengguna yang mendasari keputusan pinjamannya ke usaha patungan penilaian kredit baru (credit-scoring joint venture), yang nantinya sebagian akan dimiliki oleh negara.

Financial Times menyebutkan, di satu sisi, Ant Group enggak hanya akan jadi satu-satunya pemberi pinjaman online China yang terpengaruh oleh aturan baru tersebut.

Baca Juga: Pemerintah China Ingin Perusahaan Teknologi Raksasa Bertanggung Jawab pada Keadaan Sosial

Sebelumnya pada April 2021, dilansir Reuters, regulator China meminta Ant untuk melakukan perombakan bisnis secara menyeluruh, termasuk mengubah Ant menjadi perusahaan induk keuangan.

Bahkan, pemerintah China juga ingin “melipat” dua bisnis pinjaman mikro yang menguntungkan Jiebei dan Huabei, menjadi perusahaan pembiayaan konsumen baru.

Adapun, otoritas regulator China telah menargetkan Ant Group dan raksasa "platform" internet lainnya dalam tindakan keras yang mencakup masalah antimonopoli dan privasi, data pengguna, dan mata uang kripto.

Gimana menurut kamu, Be-emers?