Grab Turunkan Prospek Penjualan Setahun Karena Pandemi Covid-19

Grab Holdings Inc. Illustration Web Bisnis Muda - Google Images

Grab Holdings Inc. Illustration Web Bisnis Muda - Google Images


Grab Holdings Inc. yang merupakan raksasa ride-hailing dan pengiriman di Asia Tenggara saat ini menurunkan proyeksi untuk tahun 2021 karena sedang berjuang melawan pandemi Covid-19.

Perusahaan yang akan go public di Amerika Serikat ini, melalui kesepakatan dengan perusahaan cek kosong, mengharapkan penjualan bersih yang disesuaikan setahun penuh sebesar $2,1 miliar hingga $2,2 miliar. Grab juga mengharapkan nilai barang dagangan kotor setahun penuh sebesar $15 miliar hingga $15,5 miliar, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya sebesar $16,7 miliar.

Kepala Eksekutif Anthony Tan mengatakan bahwa perusahaan terkena dampak yang berat dari Varian Delta, yang menjadikan Asia Tenggara memiliki tingkat kematian per kapita Covid tertinggi di dunia dan tindakan lockdown masih berlaku di kota-kota besar di kawasan ini 

Selama kuartal kedua, kerugian bersih Grab melebar menjadi $815 juta dari $718 juta di tahun sebelumnya. Pendapatan menurun lebih dari dua kali lipat menjadi $180 juta.

Grab telah menunda kesepakatan dengan Altimeter Growth Gorp senilai $40 miliar, yang merupakan salah satu merger terbesar yang pernah ada pada kuartal keempat karena sedang mengerjakan audit rekening tiga tahun terakhir.


Grab menegaskan bahwa merger akan ditutup tahun ini. Peter Oey selaku Chief Financial Officer mengatakan bahwa mereka tetap berada di jalur untuk menjadi perusahaan publik dan menyelesaikan merger bisnis mereka dengan Altimeter Growth Corp pada kuartal keempat tahun ini.

Penjualan bersih yang disesuaikan, metrik yang tidak diakui di bawah Standar Pelaporan Keuangan Internasional, naik 92 persen menjadi $550 juta pada kuartal kedua. Grab mendefinisikan penjualan bersih yang disesuaikan sebagai tagihan kotor dikurangi insentif dasar yang dibayarkan kepada pengemudi dan merchant.

GMV kuartal kedua tumbuh 62 persen menjadi rekor $3,9 miliar, dipimpin oleh layanan mobilitas
Pendapatan pengiriman naik 92 persen dari tahun lalu menjadi  $45 juta.
Pendapatan mobilitas naik 129 persen dari tahun lalu menjadi $ 118 juta,.
Pendapatan jasa keuangan naik 156 persen dari tahun lalu menjadi $6 juta,.

Grab memperkirakan permintaan akan layanan mobilitas akan meningkat di kuartal mendatang seiring dengan meningkatnya tingkat vaksinasi di seluruh wilayah.

Grab memulai supermarket online di Filipina pada bulan September, menawarkan pengiriman bahan makanan kepada konsumen pada hari berikutnya.

Grab juga berencana meluncurkan 10 Grab Kitchens baru pada semester kedua tahun ini.

Baca Juga: Mengenal Perusahaan Emtek (EMTK) yang Baru Berkolaborasi dengan Grab