Monash University, Kampus Asing Pertama di Indonesia

Monash University Illustration Web Bisnis Muda - Image: Flickr

Monash University Illustration Web Bisnis Muda - Image: Flickr


Hampir setahun terakhir, pemberitaan soal rencana pembukaan kampus asing di Indonesia menuai atensi hingga menghiasi beberapa portal media. Lebih tepatnya setelah Presiden Joko Widodo menyampaikan wacana seputar Australia yang berniat mendirikan Monash University di Indonesia pada bulan Februari tahun 2020.

Melansir dari Bisnis, adapun pendirian dari Monash University ini merupakan kelanjutan dari ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Namun, wacana tersebut ternyata secara nyata terealisasi pada bulan Oktober tahun 2021 ini lho, Be-emers. Setelah melewati polemik berkepanjangan serta segala hal seputar entitas dan perizinan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, akhirnya Monash University resmi tercatat sebagai kampus asing pertama yang membuka cabang di Indonesia.

Monash University sendiri diketahui berlokasi di Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang Selatan dan secara resmi telah menggelar aktivitas perkuliahan pada Senin, (04/11) pekan kemarin.

Seperti diketahui, Monash University ini merupakan universitas yang menawarkan program magister (S2) dan doktoral (S3) dengan empat fokus jurusan program meliputi Data Science (Data Sains), Public Policy and Management (Kebijakan dan Manajemen Publik), Urban Design (Desain Perkotaan), hingga Business Innovation (Inovasi Bisnis).


Kendati demikian, biaya yang mesti dikeluarkan untuk dapat mengenyam pendidikan serta mendapatkan gelar di Monash University tidaklah sedikit. Meringkas dari Detik, seperti jurusan Data Science yang memiliki taksiran Rp26 juta per 6 SKS dengan total SKS sekurangnya 72 ataupun 96 SKS. Dengan begitu total biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp312 juta hingga Rp416 juta.

Begitu juga untuk jurusan Public Policy and Management, Urban Design, dan Business Innovation yang memiliki jumlah SKS dan taksiran biaya yang serupa.

Seiringan dengan hal tersebut, bukan berarti berdirinya Monash University sebagai kampus asing pertama yang membuka cabang di Indonesia menjadi sebuah perjalanan singkat dan terhindar dari polemik.

Tak sedikit masalah yang hadir dari berbagai macam lapisan masyarakat Indonesia tatkala kekhawatirannya muncul karena dirasa keberadaan kampus asing dapat menjadi ancaman tersendiri bagi sistem pendidikan dan civitas akademika di Indonesia.

Selain hal tersebut, polemik juga hadir dalam wujud dari Monash University sendiri yang hanya sebagai teaching university dan bukan menjadi research university. Keadaan tersebut sangat disayangkan oleh beberapa khalayak, terkhusus di Indonesia sendiri yang hampir keseluruhan universitas berbasis teaching university dan sangat sedikit yang berbasis research university.

Bagaimana tanggapanmu dengan dibukanya Monash University ini, Be-emers? Yuk, berikan komentarmu di bawah, ya!