Belajar dari Kasus Bunuh Diri Anak SD di NTT: Tekanan Finansial Mampu Pengaruhi Psikologis Anak

Ilustrasi anak mengalami tekanan sosial (Foto Freepik.com)

Ilustrasi anak mengalami tekanan sosial (Foto Freepik.com)

Like

Perhatian: Artikel ini membahas isu kesehatan mental dan bunuh diri. Jika Anda merasa terdampak, disarankan mencari bantuan profesional.

Seorang anak yang masih berusia 10 tahun melakukan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan diumurnya yaitu bunuh diri.

Kejadian ini harus dilihat dari berbagai sudut pandang dan dikaji lebih mendalam. Faktanya, pendidikan dasar yang digadang-gadang gratis biaya pendidikan masih menyisakan cerita lain.

Seorang anak di Nusa Tenggara Timur nekat melakukan aksi bunuh diri dengan meninggalkan sepucuk surat untuk mamanya.

Surat yang cukup menyesakkan hati itu, membuat kita harus berpikir lebih kritis yah Be-emers tanpa melakukan judgement terhadap korban atau keluarganya.
 

Hidden Cost of Education

Merupakan biaya pendidikan yang tidak terlihat. Dalam dunia pendidikan di berbagai tingkatan, biaya ini harus disadari dan dipersiapkan oleh orang tua.


Biaya ini diluar SPP dan uang pangkal, baik sekolah swasta maupun sekolah negeri yang biasanya dianggap gratis pasti masih memiliki hidden cost. 

Contoh biaya ini seperti kegiatan sekolah studi tour, iuran komite, fotokopi, bahan proyek, LKS atau biaya operasional harian seperti uang jajan, seragam, sepatu, tas, buku, pulpen dan lain-lain merupakan biaya yang wajib disiapkan oleh orang tua.
 

Kerentanan Psikologis Pada Anak

Pada usia anak SD, bisa dikatakan tahap yang cukup krusial karena merupakan peralihan dari masa PAUD dan TK yang banyak bermain-main ke pendidikan yang lebih struktural.

Dalam tahap perkembangan emosi, anak SD cenderung banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Mereka memahami perasaan sedih dan senang tetapi seringkali sulit mengekspresikan.

Terhadap kasus anak SD di NTT tersebut, ada perasaan bersalah, malu dan juga takut menjadi "beban" bagi keluarga. Anak mampu menyerap emosi orang tua tanpa mampu mengelolanya.

Oleh sebab itu, dibutuhkan kestabilan orang tua dan biasanya kestabilan orang tua dipengaruhi oleh kestabilan finansial keluarga dimana masing-masing anggota keluarga menjalankan peran dengan maksimal.