Bangkit di Masa Pandemi

Direct Selling (Sumber gambar: Glints Blog)

Direct Selling (Sumber gambar: Glints Blog)

Like

Pada awal bulan Maret 2020, Covid-19 mulai masuk ke Indonesia dan belum memberikan dampak ekonomi apapun di Indonesia. Hari demi hari lonjakan kasus Covid-19 begitu dahsyat dan sangat cepat, sehingga pemerintah melakukan tindakan tegas yaitu dengan cara memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dimana masyarakat dibatasi khususnya dalam bersosialisasi.

Dampak ekonomi mulai dirasakan oleh masyarakat karena toko-toko dibatasi dan kurangnya pemutaran uang yang dilakukan masyarakat. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kemampuan dalam berwirausaha.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman saya mengenai perjalanan bisnis saya mulai dari susahnya mencari ide produk hingga meraih keuntungan dalam berjualan. Waktu berlalu begitu cepat dan saya masih belum bisa memanfaatkan waktu dengan produktif.

Hingga pada suatu pagi ketika saya membuka platform Youtube, saya melihat sebuah video mengenai pengusaha hebat yang melakukan ekspor 50 kontainer ke luar negeri dan berpenghasilan yang fantastis. Kisah inspiratif beliau sangat membuat saya ingin berwirausaha. 

Pada saat itu juga saya berfikir bahwa hidup harus membuat gelombang baru dan keluar dari zona nyaman. Hati kecil saya berkata bahwa saya tidak bisa bertahan dan hidup begini-gini saja.


Dengan tekad bulat dan membara, saya ingin sekali mendirikan suatu usaha yang besar dan tidak hanya memperoleh profit besar melainkan juga memberikan pengaruh positif kepada masyarakat. Tanpa berpikir panjang, saya langsung mendalami ilmu dengan cara belajar lewat internet khususnya lewat platform Youtube.

Saya langsung mencari bagaimana caranya mendirikan sebuah usaha, ternyata ada banyak cara yang harus dilakukan untuk memulai bisnis yang baik. Saya mulai menonton video tersebut dari awal video hingga akhir video dan saya mendapatkan ilmu yang begitu mahal.

Tentunya cara yang paling penting dan utama adalah usaha apa yang akan didirikan. Saya pun bingung, sampai 3 hari saya memikirkan apa yang akan saya jual. Ternyata saya menemukan jawabannya bahwa usaha yang paling bagus adalah usaha yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Menyelesaikan problematika yang sering dihadapi oleh masyarakat dan memberikan solusi. Seperti halnya Nadiem Makarim pendiri aplikasi Gojek, dimana ia mencetuskan sebuah ide dimana ia sering melihat masyarakat kesusahan dalam bertransportasi. lalu ia menjual jasa ojek di aplikasi sehingga dapat membantu masyarakat dalam bertransportasi dan tidak perlu bingung lagi. Jasa seperti ini akan selalu diminati oleh masyarakat dan tidak pernah sepi peminat.

Karena kondisi pandemi yang kian memburuk saya berinisiatif untuk berjualan di online shop dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi jual beli.  Saya memikirkan ide untuk berjualan peralatan rumah tangga, tetapi saya kurang yakin dengan ide konsep saya.

Tanpa pikir panjang, saya langsung mencari tahu apa yang sedang masyarakat butuhkan di tengah pandemi ini menggunakan situs Google Trend.  Saya menelusuri dengan menggunakan kata kunci peralatan rumah tangga.

Alhasil, grafik yang ditunjukan oleh Google Trend adalah grafik yang bagus dan antusias masyarakat juga tinggi.  Saya mulai membuat akun online shop dan mulai menjual barang saya satu per satu. Saya juga menggunakan sistem dropship dimana saya hanya perlu memasarkan dan menjual barang seller. Sehingga, saya tidak perlu mempunyai modal besar dan hanya membayar apa yang pembeli transaksikan.

3 hari kemudian, banyak yang melihat produk saya dan saya mulai berdialog dengan pembeli untuk pertama kalinya. Akhirnya pembeli membeli produk yang saya jual, bahkan ada yang membeli produk saya dengan kuantitas yang lumayan banyak.

Alhasil, saya meraup banyak keuntungan dan hal yang paling tak kalah penting adalah bagaimana pembeli berterimakasih atas service yang saya berikan kepadanya. Sungguh itu yang membuat saya senang dan ingin melanjutkan usaha ini.

Bukan hanya keuntungan saja yang saya raup tapi juga bagaimana cara kita berinteraksi dengan pembeli. Produk yang saya jual tentu tidak semulus yang saya pikirkan, banyak masalah-masalah yang saya hadapi.

Saya juga belajar bagaimana cara kita mengambil tolak ukur risiko sehingga kita bisa mengestimasi risiko ketika berjualan. Tak kalah penting juga dalam mengambil tindakan cepat ketika terjadi suatu masalah, karena kalau kita lambat maka masalah tersebut tidak akan cepat terselesaikan.

Bagaimanapun juga pasti Indonesia akan membutuhkan seorang yang ahli dalam dunia wirausahawan karena kelak suatu saat nanti barang Indonesia akan bersaing di ajang Internasional. Generasi muda inilah yang harus menjunjung tinggi sifat kewirausahaan dan akan menjadi generasi wirausaha berikutnya.

Sifat kewirausahaan harus ditanamkan sejak kecil agar nanti ketika dewasa mereka akan cepat dalam menanggapi suatu permasalahan. Cepat atau lambat  kelak dunia kewirausahaan akan dibutuhkan di masa depan. 

Dari pengalaman saya, membangun sebuah perusahaan dan membuat usaha  bukanlah suatu pekerjaan yang mudah dan tidak seperti yang orang kira. Butuh keahlian dan ilmu untuk seseorang bisa membuat usaha yang besar. Usaha yang besar dan menjanjikan tidak lahir dengan instan, semua pasti membutuhkan usaha dan perjuangan keras. Pasti akan banyak rintangan yang berat dan sulit untuk dilewati.

Rintangan yang berat sesungguhnya adalah menginjakan kaki kita untuk memulai sebuah perjalanan. Karena yang tersulit adalah memulai bukan memimpikanya. Akhir kata, dari saya jangan takut untuk memulai.