Ciptakan Taman Hiburan Metaverse, Disney Patenkan Perangkat Simulator Virtual World

Walt Disney Illustration Web Bisnis Muda - Image: PYMNTS

Walt Disney Illustration Web Bisnis Muda - Image: PYMNTS


Euforia metaverse yang begitu penuh "sesak" di tahun 2022 ini rasanya semakin jelas.

Pasalnya, perebutan atas upaya inovatif secara konvergen guna mencapai metaverse sudah ditempuh oleh banyak sektor, bahkan di luar sektor teknologi dan elektronik.

Salah satunya seperti upaya yang dilakukan oleh The Walt Disney Company, yang mana baru saja menciptakan manufaktur baru yaitu simulator virtual world yang dapat menyokong kebutuhan metaverse pada sektor taman hiburan.

Bahkan, Disney tak sungkan mematenkan manufaktur yang baru dimilikinya agar -paling tidak- meminimalisir tindakan duplikasi yang disinyalir dapat terjadi pada sektor taman hiburan nih, Be-emers!

Baca Juga: Wujud Keseriusan Terhadap Metaverse, Sony Resmi Perkenalkan PlayStation VR2


Manufaktur Simulator Virtual World

Dilansir dari Cointelegraph, The Walt Disney Company baru saja menyelesaikan persetujuan atas hak paten yang diajukannya tentang manufaktur simulator virtual world tepat pada awal tahun ini.


Hak paten tersebut sebenarnya telah diajukan Disney sejak Juli 2020 kepada United States Patent and Trademark Office (USPTO) sebelum pada akhirnya USPTO melakukan beberapa pengujian yang disertai untaian kelengkapan dokumen pendukung lainnya.

Manufaktur simulator virtual world milik Disney ini digambarkan akan mampu menampilkan dunia virtual 3D dari berbagai sudut dan titik taman hiburan Disneyland tanpa harus menggunakan headset VR.

Nantinya, para pengunjung hanya perlu memindai objek disekitar taman hiburan dengan ponsel pribadi yang secara otomatis akan memproyeksikan karakter animasi, objek, alat peraga hingga karya seni dari layar ponsel tersebut.

Konfigurasi tersebut dapat terjadi karena manufaktur simulator virtual world ini dilengkapi dengan Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) yang dapat melacak perubahan sudut pandang untuk terus mengubah ambience agar tetap bersifat 3D.

CEO The Walt Disney Company Bob Chapek juga menambahkan bahwa integrasi atas manufaktur yang dimilikinya ini direncanakan akan direalisasikan di 12 taman hiburan resmi lainnya milik Disney diantaranya Amerika Serikat, Paris, Hong Kong, Jepang hingga China.

Bob juga menambahkan inisiasi dibalik paten yang diajukan tersebut berdasar dari beberapa sektor ditaman hiburan yang juga memiliki ambisi yang begitu besar untuk merambah ke metaverse seperti yang dilakukan oleh Six Flags dan Cedar Fair yang diketaui kini telah menggunakan headset VR untuk beberapa wahananya.

Secara terpisah, Disney mencatatkan total pendapatan hingga US$17 miliar dari segala unit bisnis yang dimilikinya sepanjang tahun 2021 meskipun sempat ada beberapa pembatasan atas COVID-19 yang berlaku.

Gimana tanggapanmu, Be-emers?