Toxic Relationship with Money, Apa Saja Itu?

Kita yang mengatur uang atau kita yang diatur uang? (Sumber foto: Forbes)

Kita yang mengatur uang atau kita yang diatur uang? (Sumber foto: Forbes)


Toxic-relationship kita dengan uang itu sangat dibentuk sewaktu kita kecil, lho.

Dilansir Mind Money Balance, hubungan merusak ini bentuknya sangat bervariasi antar satu individu dengan individu yang lainnya. Penyebabnya juga bermacam-macam, pun akibatnya yang dihasilkannya juga bisa berbeda-beda, tergantung dari masing-masing individunya.

Akan tetapi, secara umum, tanda yang harus diperhatikan saat kita sedang berada dalam fase ini adalah: merasa stres yang begitu luar biasa (stressfull) dan merasa tidak memiliki kekuatan atas uang tersebut (powerless).

Lantas, apa saja jenis-jenis toxic-relationship dengan uang?
 

1. Love-Hate Relationship

Susah-susah cari uang, eh pas sudah gajian, malah dihamburin sebagai bentuk pelampiasan dengan dalih self-reward yang berujung kebablasan.

Adapun, ciri-ciri love-hate relationship seperti:

- Menghabiskan uang secepat kilat
- Menggunakan kartu kredit untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan
- Impulsive buying
- Merasa bersalah atau menyesal setelah membeli sesuatu
- Selalu merasa kurang

Nampaknya, ciri-ciri tersebut bukan hal yang asing, ya. Entah diri kita sendiri yang mengalaminya atau orang lain. Hal ini tidak baik buat kesejahteraan finansial kita kedepannya.

Ingat, setelah gajian turun, alokasikan gaji kita pada hal-hal yang penting terlbih dahulu. Salah satu contoh rumus alokasi gaji yang bisa kamu ikuti adalah rumus alokasi dari Bibit dengan pembagian berupa 50 persen kebutuhan, 30 persen kesenangan pribadi, dan 20 persen untuk tabungan dan/atau dana darurat. 
 

2. Please-Don’t Go Relationship

Susah-susah cari uang, susah juga ngeluarinnya alias pelit. Bahkan saking susahnya, malah jadi merepotkan diri sendiri dan orang lain. Ciri-ciri dari please-don’t go relationship ini adalah:
- Ketakutan berlebih apabila uangnya yang dimiliki tidak cukup
- Hidup sudah sejahtera, akan tetapi selalu stres dan terbeban untuk terus membuat uang
- Takut mengeluarkan uang, bahkan pada kebutuhan sehari-hari

Tentunya, hubungan yang harus kita miliki dengan uang adalah hubungan yang sehat dan seimbang. Hubungan yang sehat dan seimbang memampukan kita untuk menikmati uang kita dengan baik, benar, dan sesuai porsinya.

Hubungan tersebut juga akan membuat hidup kita jauh lebih bahagia. Pastinya, kita yang mengatur uang kita, bukan malah sebaliknya, uang yang mengatur kita.