Bank Sentral Rusia akan Larang Penggunaan Cryptocurrency?

Russia Illustration Web Bisnis Muda - Image: Flickr

Russia Illustration Web Bisnis Muda - Image: Flickr

Like

Nampaknya kekhawatiran beberapa bank sentral di dunia terkait laju cryptocurrency yang tak terbendung semakin konkret nih.

Adapun, kekhawatiran tersebut antara lain risiko terhadap stabilitas keuangan suatu negara maupun ancaman kedepan terhadap keberadaan uang yang tak lagi dikuasai oleh bank sentral.

Sementara itu, crytocurrency yang pada dasarnya terdesentralisasi ini membuat banyak bank sentral kebingungan untuk meminta pertanggungjawaban atas persebarannya yang begitu deras.

Makanya, beberapa institusi negara sudah mulai melarang aktivitas penggunaan cryptocurrency, seperti halnya yang dilakukan pemerintah China pada September lalu.

Enggak cuma China, kini Bank Sentral Rusia juga dikabarkan akan melakukan langkah yang sama, lho, Be-emers!


Baca Juga: Enggak Main-Main, Pemerintah China Kini Larang Transaksi Kripto
 

Keinginan Bank Sentral Rusia Larang Cryptocurrency

Dilansir dari Reuters, tepat pada Kamis, (16/12/2021) Bank Sentral Rusia dikabarkan sedang memulai konferensi dengan para pelaku pasar dan pakar tentang kemungkinan pelarangan cryptocurrency di Rusia.

Perkara terkait pelarangan tersebut bersumber dari kekhawatiran Bank Sentral Rusia yang sebenarnya sudah telah lama ada, baik dari ancaman terhadap stabilitas keuangan maupun potensi di balik cryptocurrency yang dipicu menjadi tempat pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Jika konferensi tersebut disetujui oleh para anggota parlemen, nantinya aturan pelarangan transaksi cryptocurrency akan merujuk kepada keseluruhan jenis mata uang kripto.

Meski begitu, Bank Sentral Rusia bakal memberikan keleluasaan larangan tersebut kepada pemilik aset kripto yang sudah terlanjur dimilik, Sehingga, nantinya akan fokus pada larangan pembelian baru aset kripto.

Deputi Gubernur Pertama Bank Sentral Ksenia Yudaeva mengatakan bahwa dampak dari laju cryptocurrency yang begitu cepat di Rusia mampu menurunkan efisiensi kebijakan moneter.

Sementara itu, Ksenia Yudaeva juga memaparkan bahwa Rusia tercatat memiliki volume transaksi cryptocurrency tahunan yang tak main-main yang nilainya mencapai US$5 miliar.

Dalam pekan yang sama, tepat di hari Senin, Bank Sentral Rusia juga diketahui telah lebih dulu mengeluarkan aturan baru terkait reksa dana. Aturan tersebut menjelaskan bahwa dana yang dimiliki tidak dapat diinvestasi dalam mata uang digital atau dalam instrumen keuangan yang nilainya bergantung pada harga mata uang digital.

Secara terpisah, pihak Regulator Rusia juga sedang melakukan akselerasi terhadap program Central Bank Digital Currency (CBDC) dalam rangka memodernisasi sistem keuangan dan mempercepat pembayaran, diluar utilitasnya menghalau uang kripto.

Baca Juga: Terindikasi Ancaman Bagi Bank Sentral, Apakah Rupiah Digital Jadi Solusi untuk Halau Kripto?