Penerapan Green Central Banking untuk Mendukung SDGs 2045 Indonesia

Green Central Banking. (Ilustrasi: Canva)

Green Central Banking. (Ilustrasi: Canva)


Pada saat ini banyak sekali bahasan tentang SDGs 2045 di Indonesia. Seperti apa penerapan SDGs di Indonesia?

Kampanye mengenai hal tersebut kebanyakan dimaknai dengan perilaku serta tindakan dalam hal menjaga lingkungan supaya tetap hijau seperti penggunaan energi hijau, pengurangan limbah, dan gaya hidup yang menerapkan 3R. 

Bank sentral Indonesia atau lebih sering dikenal dengan nama BI bisa mengambil peran dalam membantu penerapan SDGs 2045 di Indonesia.
 

Peran BI dalam SDGs 2045


Dalam hal ini, BI dapat menggunakan wewenang sebagai pengatur kebijakan moneter di indonesia. BI dapat bertransformasi menjadi Green Central Banking di Indonesia.

Mengapa BI harus didorong menjadi Green Central Banking? Alasan kuatnya yakni BI mengatur kebijakan moneter khususnya dalam kebijakan suku bunga acuan yang sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia.


Kebijakan moneter yang mempengaruhi perbankan di Indonesia dipercaya bisa mempengaruhi arah pembangunan dan investasi. Kedua hal tersebut bisa menentukan perwujudan SDGs 2045 di Indonesia.

Baca Juga: Sebelum Transaksi, Kenali Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional
 

Penerapan Green Central Banking


Bagaimana penerapan Green Central Banking di Indonesia? Simak ulasan berikut ini.
 

1. Fasilitas Khusus 


Memberikan fasilitas khusus kepada bank yang memiliki porsi penyaluran kredit untuk perusahaan/proyek hijau. 

Dalam hal ini BI bisa memberikan fasilitas berupa penurunan giro wajib minimum (GWM) yang lebih rendah. Fasilitas lain berupa pemberian bunga yang lebih tinggi atas dana yang disetorkan kepada BI.
 

2. Peningkatan Penerbitan Obligasi atau Instrumen Keuangan Hijau


Peningkatan penerbitan jumlah obligasi atau instrumen keuangan hijau. Peningkatan obligasi dan sumber pembiayaan hijau dapat ditingkatkan dengan memberikan persyaratan yang lebih mudah serta imbal hasil yang lebih tinggi kepada investor sehingga meningkatkan demand dari sekuritas tersebut untuk mendukung proyek hijau di indonesia.
 

3. Menerbitkan Laporan Keuangan Hijau


Menerbitkan laporan keuangan hijau secara tahunan. Laporan ini berupa porsi kredit perbankan di indonesia ditunjukkan kepada pembangunan proyek hijau di indonesia.

Laporan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pendanaan perbankan di indonesia untuk proyek hijau serta dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah.
 

4. Menyediakan Likuiditas Khusus Pengembangan Proyek EBT.


BI sebagai otoritas moneter di indonesia bisa menyediakan dana khusus atau QE untuk mendorong penyediaan likuiditas proyek EBT. Mengingat EBT sangat penting dalam mendukung SDGs di indonesia maka insentif dana sangat diperlukan bagi pengembangan EBT di indonesia.
 

5. Regulasi Risiko Lingkungan


Regulasi risiko lingkungan dari aset keuangan yang akan diterbitkan. Regulasi ini diwujudkan dengan bobot risiko lingkungan atas penggunaan aset keuangan yang diterbitkan.

Regulasi ini diwujudkan  semisal proyek tersebut memiliki risiko lingkungan yang tergolong tinggi maka pembatasan funding atau penurunan imbal hasil menjadi konsekuensi. Dengan begitu risiko lingkungan yang ditimbulkan akan dikompensasi dengan regulasi tersebut.
 

6. Mendukung dan Bersinergi dengan Kementerian


Bank Indonesia bisa menjalin kerjasama dengan PUPR dan Kemenkeu untuk merencanakan pembangunan fasilitas untuk mendukung kebijakan hijau di Indonesia.

Hal tersebut berkaitan dengan pendanaan proyek yang diperoleh dengan obligasi hijau yang sudah dibuat oleh Bank Indonesia.

Baca Juga: Tips KPR Disetujui Bank, Bersihkan BI Checking. Apa Itu?

Indonesia tentu sangat membutuhkan Green Central Banking untuk mengawal kemajuan yang terjadi di Indonesia.

Hal ini sangat berguna untuk menjaga lingkungan kita dari ancaman lingkungan dikarenakan Indonesia memiliki berbagai sumber daya alam seperti batu bara dan bahan tambang untuk ekosistem kendaraan listrik seperti nikel dan bauksit.

Selain itu penerapan green central banking akan menjadi percontohan bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia akan menjadi kiblat bagi negara tetangga untuk menerapkan Green Central Banking demi mewujudkan SDGs 2045 secara global. 

Mengingat pentingnya Green Central Banking diimplementasikan di indonesia, maka mulai saat ini BI bisa memulai langkah konkret seperti pembahasan diatas.

Diharapkan dengan menjalankan langkah diatas BI bisa berkontribusi lebih maksimal untuk mendorong SDGs 2045 di Indonesia.

Punya opini untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.