Sudah Tahu Middle Income Trap yang Menjebak Kelas Menengah?

Middle Income Trap. (Foto: Canva)

Middle Income Trap. (Foto: Canva)

Like

Istilah middle income trap digunakan untuk menggambarkan keadaan yang menjebak kelas menengah. Apakah ini bahaya? Bagaimana peran pemerintah dalam hal ini?

Dalam pembicaraan mengenai ekonomi, istilah middle income trap sering disebut, apalagi setahun belakangan. 

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini berarti jebakan pendapatan kelas menengah. Sejauh ini tidak ada definisi umum yang bisa menjelaskan maksud dari middle income trap. 

Hanya ada beberapa definisi yang bisa digunakan untuk memahami status negara-negara yang tergolong dalam middle income trap.
 

Apa Itu Middle Income Trap?


Mengutip dari Bisnis.com, istilah ini pertama kali disebutkan dalam laporan Bank Dunia pada tahun 2007 berjudul An East Asian Renaissance: Ideas for Economic Growth. 


Gill dan Kharas (2007) dalam jurnal terbitan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan middle income trap apabila suatu perekonomian mengalami penurunan dinamisme ekonomi yang tajam setelah berhasil bertransisi dari status berpenghasilan rendah ke menengah. 

"Hal ini menghadirkan sebagai pertumbuhan stop-and-go, bukan pertumbuhan jangka panjang yang stabil dalam produktivitas dan pendapatan” 

Baca Juga: Enggak Cuma Negara, Kamu Juga Bisa Kena Middle Income Trap! Ini Penyebabnya

“Artinya, hal ini dimaksudkan untuk mencegah perekonomian bergerak ke tingkat pendapatan yang tinggi," tulis Gill dan Kharas dalam jurnal yang berjudul Can Indonesia Get Out of The Middle-income Trap

Beberapa peneliti lain mendefinisikan middle income trap sebagai suatu kondisi dimana negara-negara berpenghasilan menengah tidak mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil. 

Sehingga tidak bisa mencapai kelompok income yang baru sebagai negara berpenghasilan tinggi. Akibatnya, negara tersebut terjebak dalam kelompok middle income.

Pada Juli 2021, Bank Dunia dalam laporan rutinnya menurunkan kelas Indonesia dari negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle income country) menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income country)

Hal ini disebabkan oleh menurunnya  pendapatan per kapita Indonesia, dari US$4.050 di tahun 2019 menjadi US$3.870 di tahun 2020.  
 

Strategi Keluar dari Middle Income Trap


Kementerian Keuangan Sri Mulyani menyampaikan ada empat strategi yang bisa digunakan untuk menghindari middle income trap.

Pertama, pembangunan sumber daya manusia. Reformasi di bidang kesehatan dan pendidikan sangat penting dalam membangun SDM yang berkualitas unggul.

Kedua, jaring pengaman sosial. Pemerintah tengah memikirkan cara untuk membuat reformasi jaring pengaman sosial agar negara bisa maju namun juga menjamin tidak ada sebagian kelompok dari penduduknya yang tertinggal.

Baca Juga: Perlambatan Ekonomi Beberapa Kali, Siapkah Indonesia Resesi?

Ketiga, transformasi ekonomi termasuk transformasi sektor manufaktur. Penguatan struktur ekonomi Indonesia bisa memberikan nilai tambah dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Keempat, perbaikan institusi. Institusi yang baik adalah kunci untuk menghilangkan atau menghindari middle income trap.

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.