Ampuh, Meningkatkan Konversi dengan Desain Landing Page!

Sumber gambar : istockphoto.com

Sumber gambar : istockphoto.com

Like

Dalam bisnis online, konversi adalah kunci kesuksesan. Tidak peduli seberapa hebat produk atau layanan yang kamu tawarkan, jika landing page kamu tidak mampu mengubah pengunjung menjadi pelanggan, maka bisnis onlinemu tidak akan mencapai potensinya.

Itulah mengapa desain landing page yang efektif sangat penting. Desain yang baik dapat meningkatkan tingkat konversi dan mengoptimalkan hasil bisnismu secara keseluruhan.

 

Cara Meningkatkan Konversi dengan Desain Landing Page

 

1. Memahami Tujuan dan Target Audiens


Sebelum mulai mendesain landing page, kamu perlu menetapkan tujuan yang jelas. Apakah tujuanmu ingin mengumpulkan alamat email pengunjung, meningkatkan penjualan, atau mendorong tindakan lainnya?

Dengan menetapkan tujuan yang spesifik, kamu dapat merancang landing page dengan fokus yang tepat. Selanjutnya, kenali target audiensmu dengan baik.

Pahami siapa mereka, apa kebutuhan mereka, dan apa yang mereka cari. Dengan memahami audiensmu, kamu dapat menyusun konten dan elemen desain yang relevan dan menarik bagi mereka.

Buatlah persona atau profil pengguna yang diinginkan, sehingga kamu dapat memvisualisasikan siapa yang akan mengunjungi landing page dan bagaimana kamu dapat memenuhi kebutuhan mereka melalui desain yang dibuat.

 

2. Desain Visual yang Menarik



Desain visual yang menarik merupakan faktor penting dalam meningkatkan konversi melalui landing page. Pilihlah warna dan tata letak yang sesuai dengan merek dan tujuanmu. Warna yang tepat dapat membangun suasana yang diinginkan dan menarik perhatian pengunjung.

Selain itu, gunakan gambar dan grafis yang relevan dan menarik untuk memperkuat pesan yang ingin kamu sampaikan. Pastikan elemen-elemen desain ditempatkan dengan strategis sehingga pengunjung dapat dengan mudah melihat dan memahami informasi yang disajikan.

Baca Juga: 7 Strategi Copywriting yang Meningkatkan Konversi!

 

3. Konten yang Relevan dan Persuasif


Konten pada landing page haruslah relevan dan persuasif. Menyusun headline yang menarik perhatian merupakan langkah penting untuk menarik pengunjung dan membuat mereka tertarik untuk melanjutkan membaca.

Jelaskan dengan jelas manfaat produk atau layanan yang kamu tawarkan, sehingga pengunjung dapat dengan mudah melihat nilai yang mereka dapatkan.

Gunakan testimonial atau bukti sosial yang meyakinkan untuk membangun kepercayaan dan menguatkan argumen penjualanmu. Dengan konten yang relevan dan persuasif, pengunjung akan merasa yakin dan termotivasi untuk mengambil tindakan yang diinginkan.

 

3. Call-to-Action (CTA) yang Kompelling


Call-to-Action (CTA) yang kompelling merupakan elemen penting dalam desain landing page. Pastikan CTA yang kamu sediakan terlihat jelas dan menonjol. Gunakan kata-kata yang memotivasi dan menarik perhatian pengunjung untuk mengklik CTA.

Selain itu, buatlah CTA yang menarik dan meyakinkan dengan memberikan kejelasan tentang tindakan yang diharapkan dari pengunjung. Posisikan CTA secara strategis dalam halaman, seperti pada akhir paragraf penjualan atau setelah menyajikan manfaat produk atau layanan yang ditawarkan.

Dengan CTA yang kompelling, pengunjung akan lebih cenderung untuk mengambil tindakan yang diinginkan dan meningkatkan tingkat konversi.


4. Responsif dan User-Friendly


Dalam era digital yang terus berkembang, penggunaan berbagai perangkat untuk mengakses internet semakin beragam.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa landing page yang kamu desain memiliki tampilan dan fungsionalitas yang responsif di berbagai perangkat, termasuk desktop, ponsel, dan tablet.

Pastikan navigasi dan interaksi dengan pengguna disederhanakan sehingga mereka dapat dengan mudah menavigasi dan berinteraksi dengan konten di landing page.

Selain itu, usahakan agar waktu pemuatan halaman secepat mungkin, karena pengunjung cenderung meninggalkan halaman yang lambat terbuka. Dengan landing page yang responsif dan user-friendly, pengunjung akan merasa nyaman dan terlibat lebih baik, meningkatkan kemungkinan konversi.

 

5. A/B Testing


Untuk meningkatkan konversi melalui desain landing page, penting untuk melakukan percobaan A/B dan menganalisis data konversi. Dengan A/B testing, kamu dapat menguji beberapa versi landing page dengan perubahan yang berbeda-beda, seperti judul, tata letak, CTA, atau warna.

Dengan menganalisis data konversi dari setiap versi, kamu dapat mengetahui elemen desain mana yang paling efektif dan mengoptimalkan landing page berdasarkan hasil pengujian tersebut.

Gunakan hasil pengujian untuk perbaikan berkelanjutan, sehingga landing page kamu terus meningkat dan mendapatkan tingkat konversi yang lebih tinggi dari waktu ke waktu.

 

6. Integrasi dengan Tracking


Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang konversi dan kinerja landing page, penting untuk mengintegrasikan landing page dengan alat analisis dan pelacakan, seperti Google Analytics atau alat pemasaran lainnya.

Baca Juga: Mengenal Istilah Call-to-Action alias CTA!

Dengan menghubungkan landing page dengan alat-alat ini, kamu dapat melacak metrik penting, seperti tingkat konversi, rasio peningkatan, atau sumber lalu lintas.

Selain itu, buat tautan ke kampanye pemasaran lainnya, seperti media sosial atau kampanye email, untuk mengarahkan pengunjung ke landing page kamu. Dengan integrasi yang baik, kamu dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang efektivitas landing page dan melakukan pengoptimalan yang sesuai.

 

7. Mengoptimalkan SEO


Kecepatan dan optimasi SEO juga berperan penting dalam meningkatkan konversi melalui desain landing page. Pastikan waktu pemuatan halaman kamu cepat dengan mengompresi gambar dan menggunakan teknik caching.

Penggunaan meta tag yang relevan dan konten yang dioptimalkan untuk kata kunci yang relevan juga akan membantu meningkatkan peringkat halaman di mesin pencari. Selain itu, gunakan alat pengujian untuk meningkatkan kualitas skor halaman, seperti PageSpeed Insights dari Google.

Dengan landing page yang cepat dan dioptimalkan untuk SEO, kamu dapat meningkatkan visibilitas dan mengarahkan lalu lintas organik yang lebih banyak ke halaman tersebut.
 

Kesimpulan


Meningkatkan konversi melalui desain landing page membutuhkan pendekatan yang holistik. Dalam artikel ini, kita telah membahas langkah-langkah yang spesifik untuk mencapai tujuan tersebut.

Merangkum semua poin yang telah dibahas, sangat penting untuk menetapkan tujuan yang jelas, memahami target audiens, merancang desain visual yang menarik, menyajikan konten yang relevan dan persuasif, menggunakan CTA yang kompelling, memastikan responsifitas dan kegunaan halaman, melakukan A/B testing, mengintegrasikan dengan Tracking, serta mengoptimalkan SEO.

Teruslah memantau dan mengoptimalkan landing page kamu untuk hasil yang lebih baik, dan jangan lupa untuk memberikan pengalaman yang menarik dan relevan bagi pengguna.

Dengan strategi yang tepat, landing page kamu dapat menjadi alat yang kuat dalam meningkatkan konversi dan mengoptimalkan bisnis onlinemu.

Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.