Live Streaming Jadi Strategi Jitu Tingkatkan Penjualan, Sudah Coba?

pexsels-cottonpro-studio

pexsels-cottonpro-studio

Like

Saat ini hampir semua warga di Indonesia telah menggunakan internet. Gaya hidup ini juga mempengaruhi pola konsumsi dan belanja di Indonesia.

Apakah Anda masih ingat bagaimana tampilan perdana Dr. Rcihard Lee di Shopee Live berhasil meraup omzet penjualan mencapai Rp8 miliar dalam jangka waktu 2,5 jam?

Dr. Richard Lee yang dikenal sebagai YouTuber itu berhasil menorehkan prestasi penjualan fantastis dengan penjualan yang besar dalam jangka waktu singkat.

Apa yang  dilakukan oleh Dr. Lee itu merupakan Live Streaming di platform media sosial. Live Streaming jadi salah satu strategi pemasaran atau marketing jitu yang dilakukan oleh pelaku usaha.

Meskipun live streaming itu bukan hal yang baru tapi dengan adanya media sosial, warga yang suka mengakses media sosial itu mudah mengakses ke live streaming di media sosial. 


Mereka juga cenderung lebih menyukai konten live streaming ketimbang video unggahan biasa.


Apa artinya Live Streaming?


Live streaming merupakan konten video yang disiarkan secara langsung atau real time melalui internet.   Tidak ada jeda waktu, langsung disiarkan dan ditayangkan.

Tanpa adanya jeda waktu, streamer dapat berinteraksi langsung kepada peneontonnya melalui kolom chat, dan konten yang menarik pasti ditonton penggemarnya. 


Cara Live Streaming


Berjualan di platform seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan beberapa platform e-commerce seperti Shopee yang memberikan fitur berjualan live. 

Sebelum Live Streaming, tentunya ada konsep yang harus dibuat bagaimana dan apa yang harus dipresentasikan dengan baik.

Dengan sesi berjualan live, penjual memamerkan produk mereka dan mendemokan manfaat, cara kerja dan menjawab pertanyaan prospek nasabah secara real time. Pembeli langsung membeli tanpa adanya perantara. Bahkan, ada diskon khusus dan promo yang ditawarkan secara eksklusif bagi prospek klien.

Begitu banyaknya e-commerce di Indonesia yang telah memproyeksikan pencapaian dari live streaming mencapai US$53 milliar pada tahun 2025, CAGR sebesar 25 persen dari tahun 2020 hingga 2025.

Dua indikator Brand USE Most Often atau merek yang sering  digunakan atau diingat atau Top of Mind, Shoppe, menduduki posisi pertama diikuti Tokopedia 22 persen, TikTok Shop 9 persen, dan Lazada 7 persen.

Kategori produk yang paling banyak dibeli adalah fashion, aksesoris, perawatan dan kesehatan, gaya hidup, kebutuhan rumah tangga, produk sehari-hari, elektronik, dan kebutuhan bayi.

Budget yang yang dikeluarkan oleh warga untuk sekali belanja sekitar Rp200.000 dalam sekali transaksi.


Manfaat Live Streaming sebagai Strategi Pemasaran


1. Efektivitas biaya


Jika pola lama, pemasaran online dikenakan biaya untuk bayar iklan baik itu melalui online atau offline dan biasanya sangat mahal. Sedangkan live streaming yang menggunakan teknologi dapat dijangkau lebih mudah dan luas.
 
Jumlah pebisnis Business to Business yang telah menggunakan live streaming sebanyak 735 dan telah berhasil menggaet target audiens dan hasilnya cukup positif dari segi ROI.


2.Meningkatkan Konversi


Selain meningkatkan penjualan,  Live Streaming juga punya manfaat untuk meningkatkan konversi. Dikutip dari Live Stream, konten Live streaming dapat membantu pemirsa untuk membeli sebesar 97 persen. Juga meningkatkan brand association sebesar 139 persen.


3. Menavigasi dan Meneliti Produk


Umumnya pembeli akan membaca dan mengecek deskripsi dan fitur produk sebelum membeli. Tapi dengan adanya live streaming, penjual akan melakukan penjelasan deskripsi dan fitur produk. Pembeli mendapatkan umpan balik dan menanyakan apa yang kurang jelas dari produk yang akan dibeli.

Suasana pembelian dalam live streaming seperti suatu “komunitas”  yang dapat membahas dan input dari produk yang dijual. Di toko fisik hal ini tidak didapatkan.

Tidak ada filter atau diedit untuk produk. Penjual langsung demo secara detail, pembeli bisa melihat langsung.


4. Membangun Kepercayaan


Berjualan secara live streaming,  membangun “komunitas sosial”.  Pelanggan sebelum beli, akan melihat komentar, share dan like yang memberikan dorongan untuk memutuskan membeli.

Berjualan secara live streaming, punya strategi bahwa pembeli perlu beli cepat karena penawaran waktu terbatas dan promosi juga hanya di waktu terbatas. 

Perasaan  "terdesak" membuat para pembeli harus secepatnya ambil keputusan membeli.  Ada call action yang bisa ditangkap oleh pembeli dan secepatnya untuk beli.

Punya opini atau artikel untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.