Investasi Dana Pensiun Mendominasi Surat Berharga Negara Nih!

Old - Canva

Like

Selain buat persiapan di masa depan, dana pensiun jadi salah satu investasi yang cukup menjanjikan nih. Nah, ngomong-ngomong soal dana pensiun, ternyata, investasi dana pensiun telah mendominasi instrumen Surat Berharga Negara (SBN) lho!

Dilansir dari Bisnis, penempatan dana jangka panjang di instrumen SBN jadi salah satu langkah industri dana pensiun (dapen) dalam mendorong perekonomian nih, Be-emers. Kok bisa?

Soalnya, menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi, dana yang dikelola industri dapen bersifat jangka panjang karena dikumpulkan dan dibayarkan dalam waktu relatif lama. Selain itu, dana tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah sebagai motor penunjang pertumbuhan ekonomi.

Adapun, dana yang dikelola di instrumen SBN memang fitrah dari industri dapen yang sifatnya konservatif. Namun, tenang, industri dapen bakal tetap berupaya untuk menjaga dana tersebut, meski dalam kondisi kritis sekalipun kok.

Hal itu terbukti dari industri dapen yang enggak melakukan penebusan portofolio secara besar-besaran. Enggak cuma itu, bahkan pihak ADPI) pun telah memastikan anggotanya untuk tetap menjaga likuiditas dana lewat penempatan di instrumen deposito berjangka.


Pentingnya kondisi likuiditas, tentunya akan berpengaruh terhadap pembayaran manfaat, yang harus tetap terjaga. Jangan lupa juga nih, dana pensiun juga berperan dalam menjaga kualitas hidup usia senja dan menjaga tingkat konsumsi, sehingga berpengaruh terhadap perekonomian.

Perlu kamu ketahui, berdasarkan Statistik Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dihimpun Bisnis, total aset investasi industri dana pensiun telah mencapai Rp182,32 triliun  pada Juni 2020 lho! Dari angka tersebut, penempatan di instrumen SBN tercatat paling dominan, yakni senilai Rp52,7 triliun atau mencakup 28,93 persen aset investasi. 

Wah! Buat kamu yang belum punya dana pensiun, yuk persiapkan dari sekarang. Selain buat persiapan di masa depan, kamu juga bisa membantu memperbaiki perekonomian negara lho