Muncul Lagi, CEO Jouska Mengaku Bisnisnya Abu-abu & Enggak Punya Lisensi?

CEO Jouska Aakar Abyasa - Image: Instagram

Like

Di awal September 2020, CEO Jouska Aakar Abyasa kembali muncul di hadapan publik. Dilansir dari Bisnis, Aakar bahkan mengaku kalau Jouska enggak punya lisensi nih, Be-emers!

Waduh!

Bahkan, dalam menjalankan usaha sebagai perencana keuangan, sejumlah sertifikasi pasar modal juga enggak diperpanjang. Aakar juga menyampaikan kalau bisnis yang ia jalani itu masih di area abu-abu dalam industri keuangan Indonesia.

Hal itu lah yang menurutnya, menyebabkan keberadaan bisnis seperti Jouska belum diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, Aakar menyebutkan kalau ia pribadi sempat mengikuti pelatihan dari lembaga sertifikasi seperti International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) dan Certified Financial Planner (CFP). Namun, sertifikat itu enggak diperpanjang.


 

Mungkinkah Jouska Kembali Beroperasi?

Diketahui, OJK kini telah memberikan tiga syarat supaya bisnis PT Jouska Financial Indonesia (Jouska) bisa kembali berjalan. Hal itu berdasarkan hasil audiensi DPM 3 OJK atau Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A pada 6 Agustus 2020 lalu.

Syarat tersebut antara lain:
  • Jouska enggak memerlukan izin dari OJK, selama tidak menjual produk efek di pasar modal seperti saham, surat utang, dan lainnya, dan tidak memberikan saran terkait produk-produk tersebut tersebut.
  • Jouska memerlukan lisensi sebagai agen penjual efek seperti APERD maupun WPPE, apabila ingin pergi ke area tersebut.
  • Jouska bisa memenuhi izin komplit sebagai penasihat investasi jika ingin melakukan semua kegiatan terkait dengan investasi.

Namun, saat ini, Jouska belum memutuskan apapun terkait syarat tersebut. Kini status Jouska pun masih diberhentikan sementara oleh Satgas Waspada Investasi (SWI).