6 Kebiasaan Menyebalkan Saat Tur yang Patut Dihindari

Kebiasaan menyebalkan saat wisata yang patut dihindari (Freepik)


Sebagai sosok yang doyan banget ikut tur, aku menyadari satu hal: ikut tur adalah seni terbaik mempelajari karakter orang lain. Bertemu teman baik adalah berkah, tetapi jangan kaget kalau kamu dipertemukan dengan orang berkelakuan ajaib!

Aku mengalaminya, tetapi namanya saja tur. Tur diikuti banyak orang dari berbagai latar belakang. Di sinilah kita dituntut untuk menolerir orang lain. Kuncinya: jangan sampai kitalah orang yang membuat teman dalam grup mengelus dada.
 

6 Kebiasaan Menyebalkan Saat Tur yang Patut Dihindari

Dalam puluhan kali tur, habit berikut ini bisa bikin orang lain annoying. 


1. Datang Terlambat

Kebiasaan menyebalkan saat tur: tidak tepat waktu (Freepik)

 
Ikut tur, ada itinerary yang sudah disusun sedemikian rupa. Komunitas biasanya juga sudah menetapkan meeting point dan jam keberangkatan.

Jangan sampai kamu menjadi orang yang paling ditunggu ya, Be-emers (baca: ngaret).

Kebiasaan ini menunjukkan kamu tidak menghargai teman yang sudah datang on time. Terlebih, datang terlambat akan berpengaruh pada perjalanan dan jadwal yang ada. Kalau rumahmu jauh, perkirakan waktu berangkat dari rumah dengan seksama dan bangun lebih pagi.


2. 'Hilang' dari Rombongan

Mengunjungi kota baru, wajar kita merasa excited dan ingin mendokumentasikan hal baru di sekitar kita. Memisahkan diri dari grup sehingga membuat orang lain bingung is a big NO.

 
Patut diingat komunitas bertanggung jawab memastikan keamanan dan keselamatan peserta tur yang dibawanya. Jika memang ingin berpisah sementara, komunikasikan pada sesama rekan tur atau pemandu ya.


3. Banyak Mengeluh

Baru jalan sedikit sudah ngomel cuaca panas, tanjakan terlalu ekstrem, destinasi yang ternyata tak sesuai ekspektasi, makanan rasanya tidak pas di lidah. 

Di awal mungkin teman dalam grup bisa mengerti, tetapi jika keluhan berlangsung sepanjang perjalanan? Jangan kaget kalau ke depannya orang akan kapok mengajak kamu!

Perjalanan adalah momen menemui pengalaman baru, merangkai cerita yang berkesan dalam hidup. Nikmati dan kurangi jadi tukang complain.


4. Tidak Menghargai Budaya Lokal

Traveling ke tempat baru, sudah pasti akan ada hal baru bahkan mungkin tak biasa. Tahan lisan dan hargai budaya atau kebiasaan yang berlaku di suatu tempat. 

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pasti ada kisah dan alasan mengapa budaya satu ada di tempat A, tetapi asing di lokasi B. Jangan sampai sikap 'kritis' mu malah membuat tak nyaman, bahkan menimbulkan konflik dengan warga lokal.


5. Sok Tahu, Si Paling Berpengalaman

Akan ada orang seperti ini dalam grup, tetapi jangan sampai kita jadi salah satunya. Terlalu banyak mengoceh, merasa sudah paling dalam hal traveling, paling parahnya.. merasa lebih tahu dari pemandu. Segelintir orang bisa jadi kagum, tetapi jangan sampai kamu dicap sombong.

Seperti ilmu padi, semakin berisi, semakin merunduk. Bisa jadi rekan grup yang terlihat menyimak dan tidak banyak bicara yang sudah lebih jauh melanglang buana.