Ingin Punya Bisnis Fashion Seperti Elnisha? Terapkan 5 Strategi Bisnis Keluarga ala Orang Tionghoa

Rahasia bisnis ala orang Tionghoa supaya bisa sukses seperti Elnisha [IG Elnisha]


Sinar Mas Group yang didirikan oleh Eka Tjipta Widjaja, Djarum yang kini dijalankan oleh keluarga Hartono, Salim Group yang berhasil membuat Indomie mendunia. Familiar dengan gurita bisnis ini, Be-emers? Semuanya punya kesamaan: bisnis klan Tionghoa yang berbasis bisnis keluarga.

Pernahkah kamu berpikir, mengapa orang Tionghoa mampu mempertahankan lini bisnisnya hingga lintas generasi? Mungkinkah ini diterapkan di Indonesia?


5 Strategi Bisnis Keluarga Orang Tionghoa yang Bisa Ditiru

Elnisha Boutique, bisnis fesyen yang mulai dilirik pencinta fashion terkini. Manisha Khumairo dan keluarga menjalankan bisnis ini dan terus berkembang.

Mengutip Jakarta Consultant dan kompilasi sumber lain, ada rahasianya mengapa klan Tionghoa lama bertahan di dunia bisnis. Tentunya bisa diadaptasi bila ingin punya butik sendiri seperti Elnisha Boutique!


1. Membangun Jaringan (Guanxi)

Poin awal adalah membangun koneksi, dalam hal ini adalah keluarga. Orang Tionghoa mendirikan bisnis berlandaskan trust (kepercayaan) pada keluarga. Poin ini sudah menjadi pondasi Elnisha, bisnis dibangun bersama keluarga.

Aku pernah mengobrol dengan rekan Tionghoa, hasilnya sama: keluarga adalah kunci. Orang Cina bahkan lebih percaya pada keluarga dibanding pakar di luar ikatan darah. 


Keputusan bisnis sering diprioritaskan pada pendapat kerabat dekat, tonggak bisnis keluarga Tionghoa lama bertahan.

Baca Juga: Belajar dari Elnisha Boutique: Transformasi Dari Toko Offline di Tanah Abang ke E-Commerce


2. Pembeli adalah Raja

Take & give dengan cara mengutamakan pelanggan menjadi rahasia berbisnis sukses berikutnya. Saat berkunjung ke ruko orang Tionghoa di BSD, aku menyaksikan sang penjual mengadoi pembeli langganannya paket spesial Imlek.

Tujuannya jelas: mengikat relasi. Sebisa mungkin pelanggan terus datang, bukan hanya fokus pada untung jangka pendek.


3. Tidak Takut Berinovasi

Seiring dinamika bisnis yang terus berkembang, pelaku bisnis harus beradaptasi. Bermula dari toko di Tanah Abang, kak Manisha mencoba bertransformasi ke ranah digital, memanfaatkan dukungan keluarga untuk terus berkembang di tengah tantangan. 

Sebagai brand fesyen, Elnisha (Elnisha Boutique) menawarkan desain yang dirancang sesuai mode terkini. Bahan premium satin velvet dipilih yang membuat pemakainya terlihat elegan.


4. Disiplin Keras dalam Keuangan

Dapat uang lalu beli barang konsumtif tidak ada dalam kamus keluarga Tionghoa, apalagi berkaitan dengan bisnis. Sebisa mungkin uang diputar untuk ide bisnis berikutnya.

Mereka menghindari utang dan lebih memilih membeli aset berwujud seperti bangunan atau emas dibanding aset non-berwujud. Kunci penting lain ialah memisahkan rekening operasional sehari-hari dengan kas keuangan bisnis.