Manisha Khumairo, Founder Elnisha Boutique (Dokumen Bisnis Muda)
Ada orang yang mengatakan, "Bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi!"
Tentunya, kamu sudah tahu pepatah yang sebenarnya bukan? Dari pepatah tersebut, ada bagian kalimat teguh karena bisa bersatu. Ini ada hubungannya dengan tulisan yang sedang kamu baca.
Bersatu bisa diartikan memang menjadi satu. Kalau berdua berarti menjadi dua. Namun, tidak akan dibahas tentang berdua, apalagi mendua. Wah, ini lebih menyakitkan!
Teguh karena bersatu, meskipun kamu tidak punya teman bernama Teguh, dapat terwujud pula dalam dunia bisnis. Bersatu yang dimaksud bisa dengan orang lain alias partner bisnis.
Namun, bagaimana jika bersatunya dengan keluarga sendiri? Ya, tidak bagaimana-bagaimana, sih. Bahkan, itu dapat menjadi kuat ikatan keluarga, asalkan bisnisnya bisa berjalan dengan baik.
Belajar dari Founder Elnisha Boutique
Beberapa pekan ini, kita membaca cukup banyak artikel tentang Elnisha Boutique. Coba, hitung jumlah semua katanya, pasti kamu akan pusing! Agar kamu tidak pusing juga tentang bisnis keluarga, pada hari Jum'at (6/3/2026) kemarin, dimulai pukul 15.00 hingga 16.00 WIB, ada webinar seru bersama founder Elnisha Boutique, Manisha Khumairo.
Webinar ini mengambil judul "Jadi Pewaris Tidak Selalu Manis: Strategi Mengelola Bisnis Keluarga Supaya Cuan". Membaca judul ini saja, kita akan tahu arah webinar ini ke mana. Lha, kamu sendiri duduknya menghadap ke mana?
Elnisha Boutique fokus pada bisnis fashion, utamanya bisnis busana muslimah. Dari sejarah masa kecilnya, Manisha sudah punya cita-cita menjadi desainer, ini waktu kelas 6 SD. Saya jelas tidak tahu nama penjaga kantin sekolahnya.
Cita-cita tersebut tidak jadi diraih karena jurusan kuliahnya berbeda. Ternyata, ketika kuliah, dia diminta orang tuanya untuk ikut mengelola bisnis fashion.
Ketika itu terjadi penurunan omzet bisnis orang tuanya yang berjualan di Tanah Abang. Gara-gara pandemi covid-19. Lebih enak dengar Dewa 19 daripada kasus covid-19, deh.
Manisha tidak mau pada awalnya. Dia merasa keberatan karena sedang dalam proses menulis skripsi. Bagaimanapun, skripsi ini memang harus fokus dan konsisten.
Jika kamu pas sedang menulis skripsi juga saat ini, kamu harus konsisten, paling tidak menambah satu huruf tiap hari.
Kalau kamu terus seperti itu, maka kamu baru selesai skripsi setelah dosenmu pensiun! Lama amat sehari satu huruf?
Selanjutnya, Manisha mau juga menjalankan bisnis tersebut. Dia mempunyai persepsi untuk membawa bisnis dari offline menjadi online.
Perlu kamu tahu, tren di Tanah Abang lebih cepat daripada di online, lho! Ada suatu tren fashion di online, ternyata di Tanah Abang sudah lewat alias sudah lama. Wuih, begitu, ya!
Melalui Media TikTok dan Shopee
Platform yang dipakai oleh Manisha adalah TikTok dan Shopee. Kamu sudah mendownload dua platform belum? Atau jangan-jangan sudah dihapus lagi karena terlalu banyak memori di HP kamu? Memang begitulah kalau memori terlalu penuh. Bisa membuat stres tersendiri di kepala. Hapus saja sebagian memori itu.
Jika dirasa sulit, mungkin perlu mengoleskan tipeks di jidat atau kening, deh. Agar benar-benar terhapus. Setuju?
Perempuan berjilbab anggun ini membangun branding Elnisha Boutique juga melalui iklan. Selain itu, melalui jasa influencer. Itu adalah profesi untuk mempromosikan sesuatu. Kalau yang jenis penyakit dan bikin bersin-bersin, itu beda lagi, lah yauw!
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.