6 Alasan Reksa Dana Mulai Jadi Favorit Ibu Rumah Tangga untuk Berinvestasi

Alasan reksa dana mulai jadi investasi favorit IRT [Freepik]

Like

"Paling asyik tuh jadi ibu rumah tangga, nggak usah pusing atur uang kayak ibu yang berkarier"

Be-emers, pernah mendengar statement ini? Karena waktu banyak habis di rumah, peranan IRT kerap dikerdilkan. Padahal, karena ibu finansial rumah tangga tetap bisa berjalan. Karena itulah ibu rumah tangga harus piawai mengelola keuangan rumah tangga.

Hasil observasi saya, kebanyakan ibu rumah tangga mulai melek investasi dengan membeli logam mulia. Saat dapat arisan, ibu saya membeli LM gramasi kecil dan menjualnya ketika harganya sedang naik.

Enggak salah sebenarnya, tetapi kini reksa dana mulai naik daun nih sebagai instrumen investasi favorit!

Data OJK menunjukkan bahwa jumlah investor perempuan terus meningkat, mendekati 40–45 persen dari total investor pasar modal. Dari kelompok ini, reksa dana menjadi yang paling banyak dipilih, terutama oleh pemula khususnya ibu rumah tangga.


Mengapa Reksa Dana Mulai Jadi Favorit Ibu Rumah Tangga?

Merujuk literatur yang saya baca di Instagram dan blog literasi keuangan & investasi, sejumlah alasan melatari IRT mulai memilih reksa dana. Apa saja?


1. Dikelola Tenaga Profesional

Di awal kemunculannya, reksa dana kerap disalahpahami bahwa uang yang diinvestasikan dikelola oleh platform tertentu. Dengan kata lain, seumpama platform digital itu bangkrut maka uang turut raib.


Padahal, dana investasi kita akan dikelola oleh manajer investasi, sehingga tidak perlu memantau pasar setiap saat. Uang juga ditampung di bank kustodian sehingga aman. Cocok bagi ibu rumah tangga yang disibukkan dengan urusan domestik.


2. Modal Awal Terjangkau

Karena satu dan lain hal (biasanya anak), perempuan memilih di rumah dan menerima nafkah dari suami saja. Supaya nggak cuma numpang lewat, taruh saja di reksa dana.

Apalagi, modalnya terjangkau. Semakin banyak produk reksa dana yang hanya membutuhkan 
Rp10.000 – Rp100.000 sebagai awal, sehingga tidak membebani keuangan rumah tangga.

Baca Juga: Investasi Syariah di Bulan Ramadan: Coba ke Reksa Dana Syariah!


3. Profil Risikonya Kecil

Reksa dana mengalokasikan dana ke berbagai instrumen (saham, obligasi, pasar uang), sehingga risiko tidak bertumpu pada satu aset saja.

Berbeda dengan instrumen lain seperti full saham, reksa dana risikonya tergolong minim. Ideal bagi kamu yang tidak tenang melihat tren penurunan harga tajam.


4. Likuiditas Tinggi

Yakni kemampuan aset dicairkan tanpa harus menunggu terlalu lama. Bahkan hari ini sudah beragam produk yang bisa cair secara instan. Membuat reksa dana cocok untuk menaruh dana kebutuhan darurat.