Strategi keuangan memulai bisnis [Freepik]
Salah satu penyebab utama bisnis kecil gagal bukan karena produk buruk atau pasar sepi, melainkan keuangan yang tidak terbagi dengan jelas.
Banyak pelaku usaha utamanya UMKM mencampur modal awal dengan uang operasional harian, bahkan keuangan pribadi. Dampaknya jelas: bisnis memang jalan, tapi jadi saru keuntungannya.
Kebiasaan seperti ini membuat owner bakal kesulitan menakar peeforma usahanya. Bisa jadi uang yang awalnya untuk modal terbiasa dipakai untuk kebutuhan hidup sehingga bisnis menjadi 'pakai rasa'.
Strategi Cerdas Memisahkan Modal Bisnis dari Operasional
Patut diketahui terdapat 2 jenis uang yakni uang tumbuh dan uang yang berputar (cashflow). Saya kerap membaca literatur blog financial planner dan begini kiat mengelola keuangan supaya bisnis profesional:
1. Buat Rekening Khusus Modal
Sejak niat berbisnis sudah bulat, langkah fundamental adalah membuka rekening untuk mengumpulkan modal. Rekening ini wajib terpisah dari uang untuk makan ya. Artinya, rekening modal pantang diambil sembarangan kecuali untuk keperluan bisnis.
2. Gunakan Sistem 'Gaji untuk Bisnis'
3. Metode Capital Lock
Umumnya berlaku selama 90 hingga 180 hari, bahkan bisa mencapai satu tahun. Nah, kamu yang hendak mulai bisnis dapat meniru cara ini.
Dana hanya boleh digunakan saat bisnis akan ekspansi atau bisnis sedang dalam situasi genting. Dengan ini, bisnis dipaksa hidup dari cashflow, bukan “menggerogoti modal”.
4. Simpan Modal Cadangan di RDPU
Tetap likuid (dapat dicairkan dalam waktu cukup singkat) dan ada return yang bisa didapat. Dana malah berbunga, tidak terpotong admin layaknya uang yang hanya diparkir di rekening.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.