Membangun Brand Awareness di Media Sosial: Cara Agar Nama Bisnis Kamu Selalu Diingat Customer

Membangun Brand Awareness di Media Sosial, Belajar dari Womenwear


Brand awareness dan strategi konten. Sebelum membahas kedua hal itu, mari lihat kenyataan bahwa manusia memang tempatnya salah dan lupa.

Sekilas terlihat negatif, tetapi kedua hal itu tetap ada segi positifnya, terutama lupa. Bayangkan kalau kita selalu ingat yang baru saja kita lakukan. Pastinya, pikiran ini akan penuh dengan banyak sekali hal. 

Efeknya, kita jadi anemia. Itu, lho, penyakit kurang tidur. Eh, sebentar, sebentar, insomnia maksudnya. Anemia itu adalah penyakit kekurangan darah. Kalau nama Mia, pernah mampir di hati saya dulu, halah. 


Menolak Lupa Demi Membangun Identitas Bisnis

Ketika pikiran manusia dihadapkan dengan kemungkinan untuk lupa, baik sengaja maupun tidak, maka dibutuhkan cara-cara tertentu untuk menolaknya. 

Hal ini juga dihadapi oleh mereka yang bergerak dalam bidang usaha atau bisnis. Dalam satu bidang saja, sudah begitu banyak pemainnya. 

Persaingan sudah makin tajam. Kalau bicara persaingan makin tajam ini, biasanya terkait dengan bisnis pisau, gergaji, kapak, silet maupun cutter. Kalau tidak tajam, tidak akan laku bukan? 


Begitu pula dengan bisnis yang dikatakan sebagai kebutuhan hidup manusia. Kalau kamu pernah ikut pelajaran SD, mungkin nama gurumu Bu Ngatinah maupun Bu Fatimah, maka ada lima kebutuhan dasar manusia. 

Jenisnya adalah kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Nah, di antara lima hal itu, mana yang kamu pilih? Tentunya ini bukan pilihan, apalagi seperti memilih jodoh yang sampai sekarang belum ketahuan hilal dan halalnya. 

Kebutuhan-kebutuhan dasar itu harus terpenuhi sebagai syarat manusia yang ideal. Sebagai tanda manusia yang normal. Kalau kurang salah satunya, berarti tidak lagi lima. Betul bukan? 

Dalam artikel ini, kita akan bicara, meskipun tanpa harus minum kopi di tempat fotokopi, tentang salah satu kebutuhan dasar saja, yaitu: sandang.

Untuk ke depannya, kebutuhan ini akan kita bicarakan lebih dalam, tanpa harus menyaingi tukang bikin sumur bor yang memang harus menggali dalam-dalam. 


Pentingnya Brand Awareness Melalui Media Sosial

Media sosial dilihat dari bentuknya memang terdiri dari dua kata, yaitu: media dan sosial. Media adalah sarana untuk berkomunikasi, sedangkan sosial adalah menyangkut hubungan antarmanusia. 

Fungsi media sosial dapat diperluas tidak hanya sekadar interaksi, tetapi juga bisa mendatangkan cuan. Bisa mendatangkan uang. Dan, ini memang menjadi sesuatu yang halal, ketika dilakukan dengan cara-cara yang benar dan legal. 

Media sosial juga sebagai tempat untuk memperkuat ingatan tentang sebuah brand. Ini jelas bukan brand, grup musik, yang sering tidak laku di panggung itu. 

Brand yang dimaksud menyangkut suatu merek maupun nama dari sebuah unit usaha. Agar bisa menumbuhkan kesadaran tentang hadirnya sebuah brand, kita bisa menyebutnya dengan brand awareness. Coba sebutkan brand awareness sekarang, satu, dua, tiga, sebut! 

Kalau sudah menyebutkan dua kata itu, baiklah kita lanjut. Membangun brand awareness sebuah merek memang tempat terbaiknya untuk saat ini adalah media sosial. 

Selain karena dipakainya gratis, jangkauannya pun bisa diperkirakan. Media sosial juga praktis, karena bisa diakses melalui gadget, gawai, atau HP yang lebih banyak disentuh dan dipegang daripada istri itu. Hayo, ya apa ya? 

Namun, yang perlu diingat, membangun brand awareness tidak hanya soal logo, tetapi juga soal persepsi dan ingatan audiens.