Be-emers, melemahnya nilai tukar rupiah seringkali membuat kita khawatir, terutama bagi kita yang baru mau memulai perjalanan dan menata finansial.
Di tengah ketidakpastian ekonomi seperti ini, mengamankan aset adalah prioritas utama agar nilainya tidak habis tergerus inflasi.
Lalu, instrumen investasi apa nih, Be-emers, yang aman dan cocok untuk pemula saat rupiah sedang melemah?
Bagi Be-emers yang ingin beralih dari sekadar tabungan atau deposito konvensional, berikut adalah 6 strategi pilihan investasi yang aman yang bisa dicoba oleh pemula:
Rupiah Melemah? Ini 6 Instrumen Investasi Aman untuk Pemula
Berikut adalah 6 instrumen investasi yang aman untuk pemula saat rupiah melemah
1. Selalu Gunakan “Uang Dingin”
Pastikan Be-emers berinvestasi dengan uang dingin. Uang dingin merupakan istilah yang merujuk pada uang milik sendiri (bukan hutang), bukan dana darurat, dan bukan uang dipakai dalam waktu dekat untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Dengan menggunakan uang dingin, Be-emers bisa tetap mengelola investasi dengan kepala dingin, tanpa perlu panik termasuk saat nilai tukar melemah.
2. Menabung atau Menyimpan Mata Uang Asing
Be-emers, bisa memanfaatkan momentum naik-turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, misalnya terhadap Dolar Amerika Serikat, untuk investasi yang menarik. Konsepnya mirip dengan menabung biasa, namun dalam bentuk valuta asing.
Catatan Pemula: Jika memilih strategi ini, kita wajib memantau pergerakan nilai tukar secara berkala agar bisa membeli dan menjual di momentum yang tepat.
3. Mulai Mencoba Saham Global
Investasi pada saham global juga semakin mudah diakses oleh para investor lokal saat ini. Keuntungan dari saham global ini sangat dipengaruhi oleh perubahan nilai mata uang rupiah terhadap mata uang asing.
- Keuntungan Ganda: ketika rupiah melemah, nilai investasi kita dalam mata uang asing berpotensi memberikan keuntungan ganda. Yaitu keuntungan dari capital gain ditambah keuntungan perubahan kurs.
- Resiko rugi: tetapi, saat rupiah menguat, kita juga harus siap dengan resiko penurunan nilai investasi akibat penyesuaian kurs.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.