Pengin Beli Saham IPO? Ini Tips untuk Pemula

ilustrasi pasar saham (sumber : freepik)


Main saham bisa menjadi salah satu alternatif untuk menebalkan dompet. Kegiatan itu kini tengah naik daun. Tak hanya di kalangan aki-aki dompet tebal tapi juga para Gen Z pemula.

Salah satu yang paling menarik adalah Saham IPO. Biasanya kerap naik tinggi ketika dibuka. Tentu ini gampang membuat pemula ngiler.

Memilih Saham IPO itu gampang-gampang susah. Apalagi kamu seorang pemula. Butuh kecermatan di tengah keterbatasan histori. Kalau salah pilih, ujungnya saldo tak makin tebal tapi malah boncos.

Nah dalam kesempatan ini, akan dibahas sejumlah tips memilih Saham IPO. Harapannya bisa membantu, khususnya bagi kamu yang masih pemula.

 

Apa sih Saham IPO ?

Ceritanya begini. Jadi ada sebuah perusahaan swasta yang awalnya tertutup. Ia kemudian menerbitkan dan menjual sebagian sahamnya ke masyarakat umum. IPO dikenal dengan Intial Public Offering atau penawaran umum perdana saham.


Sehingga setelah ini perusahan menjadi perusahaan terbuka. Sahamnya resmi diperdagangkan di bursa efek. Biasanya nanti ada “gelar” Tbk di perusahaan tersebut.

 

Tips Memilih Saham IPO untuk Pemula

Berikut ini akan dijabarkan beberapa tips yang wajib kamu pelajari sebelum memilih Saham IPO. Dengan harapan agar kamu tak salah pilih. Apalagi kamu seorang pemula.


1. Bedah Prospek Perusahaan.

Karena kamu pemula, kamu tak boleh malas membaca. Sebelum memilih Saham IPO, kamu wajib mengulik rapor perusahaan tersebut. Kamu bisa mempelajari rekam jejaknya.

Apalagi ini statusnya menjual saham baru. Jadi belum ada riwayat jual belinya. Namun kamu tetap bisa meprediksi perospeknya dari beberapa data dan riwayat perusahaan tersebut.

Sekarang juga telah era digital. Rekam jejak dan data perusahaan banyak tercatat di ruang-ruang digital. Sehingga lebih mudah diakses.
 

2. Pelajari Alokasi Dana IPO

Berikutnya kamu juga bisa mempelajari rencana penggunaan dana IPO perusahan tersebut. Ini berkaitan dengan peluang dana berkembang.

Perusahaan masuk kriteria bagus jika dana itu akan digunakan untuk ekspansi bisnis. Ini meningkatkan peluang perusahaan akan berkembang di kemudian hari. Termasuk untuk modal kerja atau setidaknya untuk bayar utang produktif.

Kamu perlu waspada ketika perusahaan berencana banyak menggunakan dana IPO untuk kepentingan bayar utang–utang yang menumpuk di masa lalu. Termasuk program yang kurang substansi dalam pengembangan bisnis. Misalnya untuk memoles perusahaan.