Ada Rebalancing, Kamu Perlu Cermat Review Portofolio Nih!

Think - Canva

Like

Perubahan anggota dalam sebuah indeks saham tentunya sudah menjadi hal yang lumrah nih dalam pasar modal.

Adapun selain untuk mengukur sentimen pasar, dilansir dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), salah satu manfaat dari indeks ini adalah untuk dijadikan produk investasi pasif seperti Reksa Dana Indeks dan ETF Indeks serta produk turunan.

Lalu, apakah hal itu akan mempengaruhi pergerakan produk reksa dana yang mengacu pada indeks tersebut?

Diketahui dari laman Bisnis, ternyata hal itu dinilai enggak bakal mempengaruhi pergerakan indeks maupun produk turunannya, seperti reksa dana indeks dan exchange trade fund (ETF) lho!

Menurut Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana, perubahan atau rebalancing anggota konstituen indeks biasanya tak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan indeks tersebut. Kalaupun ada, hal itu dinilai enggak bakal berlangsung lama.


Kok bisa?

Soalnya, saham yang dikeluarkan dari indeks biasanya merupakan saham urutan terbawah indeks dan bukan saham yang berkapitalisasi terbesar. Selain itu, ia menilai kalau ada sejumlah anggota yang diganti, kemungkinan urutan 10 teratasnya masih akan ditempati oleh emiten yang itu-itu aja nih.

Namun, untuk saham yang terpilih sebagai penghuni baru indeks, Wawan memprediksi bakal terjadi penguatan jangka pendek. Hal itu disebabkan likuiditas saham-saham tersebut akan naik seiring dengan rebalancing yang dilakukan manajer investasi. 

Di sisi lain, menurut Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Bursa Efek Indonesia Ignasius Denny Wicaksono, indeks-indeks yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia biasanya mengalami perubahan atau penyesuaian anggota konstituen 1-2 kali setahun.

Buat kamu yang investasinya mengacu sama indeks di bursa, Denny agar secara cermat melihat kapan periode rebalancing indeks dilakukan. Sehingga, kamu bisa juga me-review ulang portofolionya.

Review portofolio ini utamanya berlaku untuk investor mandiri atau investor yang melakukan pembelian secara mandiri terhadap saham-saham yang terdaftar di indeks tertentu. Kenapa begitu? Soalnya, ada kemungkinan saham pilihannya termasuk dalam saham yang diganti dalam indeks tersebut.

Baca Juga: Meski Dibayangi Kinerja Negatif, Ini Kelebihan Reksa Dana Indeks & ETF yang Bikin Investor Berminat