Jangan Pusing Dulu, Begini Cara Atur Keuangan buat Kamu yang Bergaji Rp5 Juta

Salary - Canva

Like

Buat kamu yang tinggal di kota kecil, memiliki gaji Rp5 juta mungkin bisa terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun, bagi kamu yang tinggal di kota besar, kira-kira cukup enggak ya untuk membiayai kebutuhan?

Perlu kamu ketahui dulu nih, penghasilan Rp5 juta per bulan di DKI Jakarta sebenarnya lebih tinggi Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditetapkan lho. Adapun, UMP DKI Jakarta pada tahun 2020 adalah Rp4,29 juta.

Meski begitu, enggak jarang, banyak yang punya tanggungan dan hidup di DKI Jakarta, dan kota besar lainnya, menganggap kalau penghasilan Rp5 juta rupiah itu masih pas-pasan, apalagi buat yang sudah mulai berkeluarga.

Benar enggak sih kayak gitu?


Atau jangan-jangan, kamu hanya perlu mengatur lebih baik lagi keuangan kamu nih, Be-emers. Dikutip dari laman Bisnis, begini cara atur keuangan dengan penghasilan tunggal Rp5 juta per bulan.

Baca Juga: Ini Tips Beli atau Kontrak Rumah buat Kamu yang bergaji Rp5 Juta
 

Sistem Zero Budgeting

Mencatat keuangan se-detail mungkin, merupakan salah satu cara yang ampuh buat mencegah pemborosan. Namun, pernah dengar istilah “zero budgeting”?

Sistem ini mengacu pada cara “menghabiskan” langsung gaji setelah kamu menerimanya. Tenang, ini bukan menghabiskan untuk foya-foya ya, Be-emers!

Caranya, pertama, kamu bisa jumlahkan pengeluaran rutin setiap bulan. Pengeluaran terbagi menjadi dua nih, yaitu pengeluaran tetap dan variabel (tidak tetap). 

Kalau semuanya sudah dijumlahkan, hitung nilai arus kas bersih dari selisih total pendapatan dan pengeluaran. Nah, jika masih punya sisa gaji, segera “habiskan” untuk dialokasi ke tabungan atau investasi, minimal sekitar 10 persen dari penghasilan.
 

Jangan Tambah Utang Konsumtif

Cicilan gadget terbaru memang menggiurkan nih. Namun, kamu perlu juga menyadari kalau hal itu termasuk dalam utang konsumtif lho!

Padahal, utang konsumtif cuam bakal menambah pengeluaran pasif dan mengurangi jumlah kekayaan bersih kamu nih, Be-emers.

Alangkah lebih baik kalau kamu punya utang produktif seperti cicilan emas, rumah, dan sebagainya. Selain itu, pastikan juga kalau cicilan utang itu harus dibayarkan setiap bulan, serta enggak melebihi 35 persen dari penghasilan kamu ya!