Penggunaan Masker untuk Anak Kecil, Adakah Alternatifnya?

Ilustrasi anak kecil menggunakan masker (Photo by Kelly Sikkema on Unsplash)

Like

Penggunaan masker menjadi salah satu bagian 3M dari protokol kesehatan Indonesia untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Itu lah mengapa belakangan ini, penggunaan masker menjadi salah satu hal yang diperbincangkan bagi orang-orang dewasa. 

Tidak hanya penggunaan masker bagi orang dewasa saja yang diperbincangkan. Penggunaan masker bagi anak kecil sering diperdebatkan keefektifannya.

Banyak yang berasumsi penggunaan masker bagi anak kecil tidaklah efektif. Namun, tidak sedikit pula yang menganggap penggunaan masker untuk anak kecil itu penting.

Menurut WHO, penggunaan masker bagi anak-anak berusia dibawah 5 tahun sebaiknya tidak menggunakan masker, anjuran ini disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak diusia tersebut.


Untuk anak berusia 6 hingga 11 tahun boleh menggunakan masker, tetapi para orang tua harus menyesuaikan dengan kondisi anak. Untuk anak-anak diatas 12 tahun, WHO menganjurkan untuk mengikuti protokol kesehatan yang ada dengan disiplin menggunakan masker saat keluar rumah.

Alternatif yang dianjurkan WHO untuk mengganti penggunaan masker adalah dengan menggunakan face shield.

Penggunaan face shield ini membantu anak-anak yang kesulitan menggunakan masker untuk jangka waktu yang panjang, tidak nyaman dan kesulitas bernapas akibat penggunaan masker.

Face shield bekerja untuk memberikan perlindungan dari droplets, bahan kimia dan debu yang mengarah ke mata, hidung dan mulut.

Beberapa negara seperti Australia merekomendasikan face shield sebagai alternatif dari penggunaan masker. Untuk negara-negara lain seperti Singapura, mereka menganjurkan masker dan face shield digunakan secara bersamaan.

Untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus, mereka dapat dikecualikan dari memakai masker maupun face shield.

Baca Juga: Cegah Virus Hanya dengan Face Shield, Sudah Cukup?