Heboh Kasus Eksploitasi Karyawan, Siapa Sosok CEO Goldman Sachs David Solomon?

David Solomon - Pinterest

Like

Pertengahan Maret 2021 lalu, sempat heboh soal keluhan karyawan Goldman Sachs Group Inc. yang merasa dieksploitasi selama 100 jam kerja dalam seminggu. Sosok David Solomon selaku CEO Goldman Sachs pun menjadi sorotan.

Dilansir dari New York Post, para karyawan Goldman Sachs merasa kelelahan kerja dan hal itu dinilai telah merusak kesehatan mereka. Bahkan, mereka mengklaim kesibukan tanpa henti telah mendorong mereka untuk segera meninggalkan pekerjaan yang mereka idamkan di raksasa Wall Street itu.

Jadi, awalnya, keluhan datang dari sebuah kelompok yang terdiri dari 13 analis tahun pertama di unit perbankan investasi Goldman. Mereka mensurvei diri sendiri tentang kesengsaraan pekerjaan mereka dan kemudian mengaturnya ke dalam presentasi yang tersebar di media sosial.

Salah satu yang bocor ke publik yakni testimoni lama bekerja dalam shift 20 jam. Hal itu pun dinilai enggak manusiawi.

“My body physically hurts all the time and mentally I’m in a really dark place,”
-Pegawai Goldman Sachs


Dalam laporan tersebut, terdapat pula data yang menunjukkan kemerosotan analis akibat stres kerja. Sebelum mereka tiba di Goldman, para analis menilai kesehatan mental dan fisik mereka pada skala dari 1 hingga 10, dengan skala 10 menunjukkan mental yang sangat sehat.


Dulu, masing-masing berada pada skala 8,8 dan 9. Namun kini, angka-angka tersebut telah jatuh masing-masing ke skala 2,8 dan 2,3 lho, Be-emers!

Memang sih, Wall Street memang dikenal sebagai industri dengan jam kerja yang panjang. Meski begitu, dengan tidak adanya waktu yang ditentukan untuk masuk dan keluar selama pandemi, kebutuhan waktu mendasar seperti makan atau mandi, justru meningkat.

Para kelompok analis yang mengeluh tersebut juga merasa bahwa bankir junior seharusnya enggak diharapkan untuk bisa bekerja setelah jam 9 malam.  Bahkan, enggak seharusnya mereka bekerja pada Jumat atau sepanjang hari Sabtu tanpa pengecualian yang disetujui sebelumnya.

Adapun, berdasarkan laporan Bloomberg, pihak Goldman Sachs memberlakukan langkah-langkah baru yang mencakup meninggalkan beberapa bisnis untuk membantu menjaga beban kerja lebih mudah dikelola.

Namun, kemarahan dan keluhan para pegawai Goldman Sachs makin meluap nih, Be-emers. Soalnya, CEO Goldman Sachs David Solomon justru diketahui telah menjalani kehidupan mewah sementara karyawannya bekerja keras siang dan malam.

Siapa sih sebenarnya sosok David Solomon?

 

David Solomon - Pinterest




 

Mengenal Sosok David Solomon

Nama David Solomon tiba-tiba menjadi perbincangan setelah para karyawannya melakukan aksi protes karena kelelahan bekerja. Sementara Solomon justru sedang asyik menikmati kemewahannya.

Bloomberg melaporkan bahwa Solomon baru-baru ini terbang untuk liburan akhir pekan sebanyak tujuh kali dalam beberapa minggu dengan jet pribadi Gulfstream milik Goldman Sachs.

Perwakilan Goldman Jake Siewert melakukan pembelaan dan mengatakan saat Solomon pergi di akhir pekan, ia tetap bekerja, membayar perjalanannya, mengikuti protokol COVID dan kembali ke kantor pada Senin pagi.

David Michael Solomon merupakan investment banker Amerika yang juga merupakan orang nomor satu di Goldman Sachs. Buat kamu yang belum tahu, Goldman Sachs merupakan bank investasi multinasional dan perusahaan jasa keuangan di Amerika.

Solomon resmi menjadi CEO Goldman Sachs sejak 2018 lalu. Sebelumnya, dilansir dari Bloomberg, pria kelahiran 1962 itu merupakan presiden dan COO Goldman Sachs dari Januari 2017 hingga September 2018.

Solomon pertama kali bergabung di Goldman Sachs Group Inc. sebagai partner di tahun 1999.  Kemudian, ia menjadi Co-Head Investment Banking Division dari tahun 2006 hingga 2016.

Solomon juga merupakan anggota Dewan Pengawas Hamilton College dan dewan di The Robin Hood Foundation nih, Be-emers.

 

David Solomon sebagai DJ - Pinterest




Menariknya nih, Solomon juga memproduksi electronic dance music (EDM) lho! Solomon aktif sebagai DJ dengan nama panggung DJ D-Sol.

Biasanya, Solomon sering melakukan “manggung” sebagai DJ di sejumlah klub malam dan festival musik di New York, Miami, dan The Bahamas. Bahkan, Solomon telah merilis single debutnya berjudul “Don’t Stop” di tahun 2018 lalu lho!

Jadi orang nomor satu di Goldman Sachs sekaligus DJ, dilansir dari Wallmine, kekayaan David Solomon  diperkirakan mencapai US$65 juta hingga 19 Februari 2021 nih, Be-emers.