Amerika Krisis Boba, Masih Prospektif Enggak sih Bisnisnya di Indonesia?

Prospek Bisnis Boba Illustration Bisnis Muda - Canva

Like

Siapa yang hobinya minum es dengan topping boba? Cita rasanya yang kenyal dan manis, membuat boba mudah dikreasikan dengan aneka minuman hingga makanan kekinian.

Bisnis boba pun sudah merajalela dimana-mana. Enggak hanya di Indonesia, boba sudah mendunia lho!

Popularitas boba bahkan bikin Amerika Serikat pusing nih, Be-emers. Pasalnya, dikabarkan beberapa waktu terakhir ini, boba tiba-tiba menjadi langka di Amerika Serikat!

Diketahui dari USA Today, produk boba di AS lebih sulit untuk ditemukan sejak adanya kasus Covid-19. Hal itu disebabkan oleh adanya gangguan pengiriman di seluruh dunia.

Seperti yang diketahui, San Francisco Chronicle melaporkan bahwa kelangkaan boba terjadi akibat adanya hambatan pengiriman dari negara asalnya, Taiwan.


Bahkan, macetnya Terusan Zues beberapa waktu lalu juga berujung pada penundaan pengiriman bahan baku boba yang akan diimpor ke AS dari Asia.

Salah satu bisnis boba di AS yakni Boba Guys, melalui akun Instagramnya mengatakan kalau sejumlah toko boba sudah keluar. Soalnya, 99 persen boba berasal dari luar negeri.

Baca Juga: Jangan Ikutan Tren Aja, Yuk Intip Langkah Cuan Kopi Kenangan Jadi Startup Kopi Kekinian
 

Asal Mula dan Tren Boba

Siapa sangka, sebuah gerai bernama Chun Shui Tang di Taichung, Taiwan, telah menggemparkan dunia dengan menunya. Sang pendiri, Liu Han Chieh, menjual teh oolong berkualitas dan ingin memodifikasinya.

Dari catatan History Of Bubble Tea : How Boba, Born of a Staff Competition in Taiwan, Became a Global Phenomenon, Liu bereksperimen dengan membuat milk tea tradisional. Hingga pada 1987, manajernya yang bernama Lin Hsiu-Hui suka banget fen yuan (bola tapioka).

Lin pun menambahkan bola tapioka tersebut sebagai topping milk tea. Lin pun menjual produk milk tea dengan topping bola tapioka yang kemudian disebut boba itu.

 

Prospek Bisnis Boba Illustration Bisnis Muda - Canva


Hingga kini, boba pun menjadi salah satu topping favorit di berbagai kreasi minuman. Enggak hanya milk tea, boba juga menjadi topping minuman lain seperti kopi, matcha, es coklat, hingga thai tea.

Bahkan, boba juga kerap dikreasikan dengan beragam makanan lho, Be-emers. Mulai dari pizza, mi goreng, hingga donat.

Boba memang sudah menjadi tren tersendiri. Bahkan, berdasarkan data Grab, jumlah pesanan bubble tea di layanan Grabfood terus meningkat secara signifikan.

Di tahun 2018, jumlah pesanan bubble tea pertumbuhan rata-ratanya mencapai hingga 3.000 persen di Asia Tenggara! Indonesia pun mendominasi, dengan pertumbuhan pesanan mencapai 8.500 persen sepanjang 2018.

Enggak hanya itu, hingga Desember 2018, Grab mencatat pertumbuhan gerai bubble tea di Asia Tenggara mencapai 200 persen! Rata-rata setiap orang di kawasan Asia Tenggara pun telah meminum sebanyak 4 gelas bubble tea setiap bulannya lewat aplikasi Grabfood.

Boba atau yang juga dikenal dengan nama black pearl itu juga menjadi topping paling digemari lho. Grab mencatat, di kawasan Asia Tenggara, boba menjadi topping paling banyak dipesan, sementara pudding berada di urutan kedua.

Lalu, apakah bisnis boba masih prospektif?
Yuuk, kita lanjut ke halaman berikutnya!