Mengetahui Definisi, Keuntungan, dan Tantangan dari Merger

Merger Illustration Web Bisnis Muda - Image: Flickr

Like

Berbicara perihal kesuksesan serta tindakan memperbesar kredibilitas dari suatu perusahaan ataupun start up memang merupakan hal yang kompleks.

Ada beberapa perusahaan atau start up yang meraih kesuksesan dan ekspansi karena pandai dalam mengatur strategi marketing, ada juga yang konsistensi terhadap kualitas produk, hingga tak sedikit juga yang sukses melakukan ekspansi lewat merger.

Seperti halnya aksi merger terbaru yang dilakukan oleh start up Gojek dengan salah satu start up e-commerce yaitu Tokopedia, yang kini dikenal dengan GoTo pada bulan Mei 2021 kemarin.

Tak hanya dari perusahaan berbasis teknologi, belum lama ini, ada kabar merger yang yang datang dari perusahaan perbankan.

Aksi merger perbankan ini dilakukan oleh beberapa perusahaan bank syariah milik BUMN yaitu Bank BRI Syariah, Bank BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).


Namun, sebelum lebih jauh lagi membahas perihal merger, Be-emers sendiri sudah mengetahui seputar merger, keuntungan, hingga risiko yang ditimbulkan dari merger ini, belum?
 

Apa itu Merger?

Melansir dari Cubic, merger sendiri diartikan kedalam beberapa makna. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merger diartikan sebagai penyatuan suatu usaha sehingga tercapai pemilikan atau pengawasan bersama dalam arti kata penggabungan.

Adapun makna yang lainnya ialah merger merupakan penggabungan dua atau lebih perusahaan di bawah satu kepemilikan.

Selain itu, merger dapat diartikan juga sebagai pengambilalihan seluruh aktiva dan pasiva yang dimiliki suatu perusahaan untuk digabungkan dan melahirkan suatu perusahaan baru.

Pada dasarnya beberapa perusahaan atau bahkan start up melakukan merger ialah karena aksi tersebut dirasa seringkali menjadi suatu movement untuk ekspansi yang tepat.

Kendati demikian, segala hal pasti memiliki keuntungan serta risiko dari setiap keputusan. Seperti halnya keuntungan serta risiko dari merger yang berhasil dirangkum dari Glints, yaitu:
 

Keuntungan Merger


Sinergi

Secara harfiah, aksi merger akan menggabungkan dua perusahaan atau lebih menjadi satu yang akan menghasilkan sinergi dari sisi pendapatan dan biaya.

Indikator yang mempengaruhi sinergi pendapatan bisa datang dari ekspansi pasar, diversifikasi produksi, serta aktivitas penelitian dan pengembangan.

Lalu untuk indikator yang mempengaruhi sinergi biaya datang dari struktur biaya yang lebih rendah. Hal itu disebabkan aksi merger terbilang dapat melakukan eliminasi biaya - biaya tertentu, contohnya biaya produksi.
 

Akusisi

Lewat mergerperusahaan akan lebih mudah mengakuisisi aset yang sebelumnya mungkin terbilang sulit dilakukan.
 

Kewajiban Pajak Yang Sedikit Lebih Rendah

Jika sebelumnya suatu perusahaan memperoleh pendapatan pajak independen yang besar serta kerugian pajak yang besar mungkin merger bisa menjadi solusi.

Berkat merger, total kewajiban suatu perusahaan akan lebih rendah karena melewati tahap konsolidasi, sehingga pajak yang dikenakan akan lebih rendah jika dibanding ketika berdiri secara independen.
 

Tantangan Merger


Harmonisasi Integrasi

Ketika terjadi penggabungan, pasti akan ada adaptasi terhadap segala hal. Hal itu disebabkan karakteristik perusahaan yang berbeda – beda. Seringkali, masalah yang ditemukan oleh suatu perusahaan ketika merger ialah menyelaraskan integrasi hingga terhindar dari kesenjangan ketika aktivitas bisnis sudah berlangsung.
 

Trust Issue Stakeholder

Pasti segala hal memiliki persepsi dari setiap sudut pandangnya dan selalu bersifat pro – kontra. Dibalik beberapa hal positif yang diraih dari merger, pasti ada pula dari stakeholder suatu perusahaan yang merasa kurang sepakat atau puas dengan merger yang dilakukan. Salah satu faktornya adalah ketidakcocokan karakter perusahaan merger yang dituju.

Oleh karena itu, hal ini bisa berdampak kepada rasa tingkat kepercayaan atau trust issue stakeholder sebelumnya.

Baca Juga: Resmi Merger, Benarkah Indosat-Tri Bakal Menguntungkan?