Lebih Produktif Atur Waktu dengan Podomoro Technique

Lebih Produktif Atur Waktu dengan Podomoro Technique Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Like

Semenjak pandemi Covid-19, transisi cara kerja dan beraktivitas yang mendadak memberikan dampak yang berbeda bagi tiap individu. Ada sebagian orang ada yang merasa nyaman dan cocok dengan perubahan tersebut. Namun, ada juga yang merasa terbebani, lho.

Nah, untuk membuat pekerjaan dan aktivitas terselesaikan dengan lebih efektif, kamu bisa menerapkan Podomoro Technique atau Teknik Podomoro. Lalu, apa sih itu? Yuk kita bahas bersama!
 

Pengertian Podomoro Technique

Teknik Pomodoro adalah sistem manajemen waktu yang mendorong orang untuk bekerja dengan waktu yang mereka miliki, bukan justru melawannya. Teknik ini pertama kali diperkenalkan oleh Francesco Cirillo di tahun 1980.

Dengan menggunakan metode ini, kamu dapat membagi satu hari kerja menjadi bagian-bagian setiap 25 menit yang dipisahkan oleh istirahat lima menit.

Interval ini disebut sebagai pomodoros (bahasa latin) yang memiliki arti buah tomat, merujuk pada alarm dapur yang berbentuk buah tomat. Setelah sekitar empat kali pomodoro, beristirahatlah lebih lama sekitar 15 hingga 20 menit.

Tujuan penggunaan timer pada teknik ini adalah membangun rasa urgensi. Waktu yang dihitung selama 25 menit bisa memberikan dorongan untuk membuat progress sebanyak-banyaknya.


Hal tersebut dapat membantu kamu menghindari melakukan hal-hal yang sia-sia saat jam kerja. Interval istirahat di setiap sesi akan membantu mengurangi lelah. Walaupun singkat, waktu istirahat akan tetap berdampak.
 

Tahapan Podomoro Technique

Ada beberapa langkah mudah dalam menerapkan teknik Podomoro untuk bisa membantumu mengatur waktu dengan lebih efisien, yaitu:
  1. Siapkan rencana tugas atau pekerjaan yang akan dilakukan. Gunakan skala prioritas untuk menentukan pekerjaan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.
  2. Set timer selama 25 menit.
  3. Lakukan pekerjaan dengan fokus hingga timer berbunyi. 25 ini disebut “working window” atau jendela kerja.
  4. Saat timer berbunyi, berhentilah bekerja walaupun belum selesai.
  5. Istirahatlah selama 5 menit, lalu mulailah bekerja lagi dengan tempo yang sama.
  6. Setelah melakukan 4 kali working window, kamu bisa mengambil waktu istirahat yang lebih panjang, yaitu sekitar 15 hingga 30 menit.

Menurut penelitian Xiaofeng, ia menyebutkan bahwa banyak kelompok atau organisasi yang terbantu dengan penerapan teknik podomoro ini dan membuat pekerjaan mereka lebih efisien, tidak terasa berat, dan juga memiliki waktu istirahat yang seimbang.
 

Keuntungan Menggunakan Podomoro Technique

Staffen Noteberg, yang merupakan seorang lulusan Royal Institure of Technology di Stockholm, konsep working window sangat efektif untuk menghindari distraksi.

Waktu istirahat singkat di setiap jeda working window juga diperuntukkan untuk menghindari kebosanan, namun tidak membuat kamu kebablasan dan malah melakukan hal lain yang tidak penting dan menyita banyak waktu.

Awalnya memang pasti kamu memerlukan penyesuaian dalam penerapan teknik podomoro ini. Nantinya, ketika kamu telah terbiasa, kamu akan bisa mengatur fokusmu dengan mudah tanpa adanya distraksi yang mengacaukan aktivitasmu.